Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

PENDIDIKAN · 20 Feb 2025 14:53 WIB ·

Siswa SMP Pangudi Luhur Tuntang Belajar ‘Branding’ Digital di PLUT Kabupaten Semarang


					Siswa SMP Pangudi Luhur Tuntang Belajar ‘Branding’ Digital di PLUT Kabupaten Semarang Perbesar

Semarang, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] Menanamkan jiwa bisnis kini tidak lagi menunggu usia dewasa. Sebanyak 88 siswa SMP Pangudi Luhur Tlogo Tuntang melakukan langkah berani dengan “menggerebek” Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Kabupaten Semarang pada Kamis (20/2/2025). Kunjungan ini bukan sekadar wisata sekolah, melainkan misi khusus dalam Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila untuk membedah dapur strategi UMKM lokal.

Alih-alih hanya melihat produk, para siswa justru kritis mempertanyakan aspek legalitas dan ekosistem bisnis. Salah satu siswa, Tasya, menyoroti pentingnya Nomor Induk Berusaha (NIB) dan tantangan konsolidasi komunitas usaha. Hal ini membuktikan bahwa pelajar masa kini mulai melek terhadap birokrasi bisnis yang selama ini dianggap rumit.

NIB dan Branding: Senjata Baru Wirausaha Muda
Tri Cahya, fasilitator PLUT, menjelaskan kepada para siswa bahwa NIB adalah “paspor” bagi pelaku usaha untuk mengakses berbagai fasilitas pemerintah, mulai dari pelatihan hingga perizinan. Tanpa legalitas, sebuah usaha akan sulit naik kelas ke level profesional.

Menariknya, Koordinator SDM UMKM Center Kabupaten Semarang, Budi Prasetyawan, memberikan perspektif kekinian tentang dunia usaha. Menurutnya, wirausaha di era digital dimulai dari kemampuan menangkap potensi di sekitar untuk dijadikan konten media sosial.

“Mengungkap sebuah potensi adalah awal dari membangun branding produk, termasuk personal branding,” tegas Budi. Pesan ini menekankan bahwa ponsel di tangan siswa bisa menjadi alat produksi, bukan sekadar alat konsumsi.

Ekosistem Tanpa Paksaan di UMKM Center
Dalam dialog tersebut, terungkap pula bahwa komunitas UMKM Center Kabupaten Semarang bergerak sebagai wadah sosial tanpa biaya. Perwakilan UMKM Center, Ms Nandis, menegaskan bahwa komunitas ini berfungsi sebagai jembatan bagi pendatang baru untuk mendapatkan pendampingan dan memperluas relasi di berbagai acara daerah.

Kepala SMP Pangudi Luhur Tlogo Tuntang, V. Teddy Tejo Kusuma, menyatakan bahwa program tahunan ini bertujuan agar siswa siap mental menghadapi dunia usaha di masa depan. Senada dengan itu, guru pendamping Y. Adi Kristiyanto berharap kunjungan ke pusat oleh-oleh dan batik ini menjadi pemantik inspirasi bagi siswa untuk melahirkan inovasi kreatif dari bangku sekolah.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 209 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

DPRD Sumbar Rancang Pendidikan Desa Berstandar Global

17 Juni 2026 - 15:24 WIB

Membangun SDM Desa, Investasi Lebih Berharga dari Beton

12 Juni 2026 - 10:35 WIB

Peran Guru Desa Jaga Kesehatan Mental Siswa

12 Juni 2026 - 10:25 WIB

Evaluasi Makan Bergizi Gratis di Malaka: Tantangan dan Harapan

9 Juni 2026 - 13:59 WIB

Jombang Pastikan Program Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

9 Juni 2026 - 00:02 WIB

Pawai Katam Al-Qur’an, Investasi Karakter Generasi Muda Padang

7 Juni 2026 - 13:06 WIB

Trending di PENDIDIKAN