Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

SOSBUD · 15 Mar 2026 09:09 WIB ·

Sinergi Umara dan Ulama Hidupkan Tradisi Geren Sumberdadi


					Sinergi Umara dan Ulama Hidupkan Tradisi Geren Sumberdadi Perbesar

Tulungagung, Jawa Timur [DESA MERDEKA] Desa Sumberdadi kembali membuktikan bahwa kearifan lokal adalah perekat sosial paling ampuh. Melalui agenda tahunan Ziarah Makam Massal atau “Geren”, Pemerintah Desa (Pemdes) Sumberdadi bersinergi dengan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (NU) untuk menyatukan warga dalam doa bersama dan aksi gotong royong di pemakaman umum desa, Minggu (15/3/2026).

Kegiatan ini secara teknis menggabungkan tiga dimensi utama: spiritualitas melalui pembacaan tahlil, aksi sosial lewat bersih-bersih makam, dan edukasi adab bagi generasi muda. Sinergi antara pemerintah desa (umara) dan tokoh agama (ulama) ini menciptakan sistem pendukung masyarakat yang solid, memastikan nilai-nilai leluhur tetap relevan di tengah modernisasi.

Kearifan Lokal sebagai Pemutus Sekat Sosial
Sekretaris Desa Sumberdadi, Khoirul Anam, menegaskan bahwa Pemdes memposisikan diri sebagai fasilitator yang menjaga agar tradisi Geren tidak sekadar menjadi ritual tahunan. “Ini adalah cara kami menjaga kearifan lokal agar tidak tergerus zaman. Di sini, warga berkumpul dan berbaur tanpa sekat,” jelasnya.

Secara operasional, kegiatan dimulai sejak pagi hari dengan pembacaan zikir dan doa yang dipimpin oleh jajaran Syuriah Ranting NU. Atmosfer khidmat yang tercipta menjadi ruang refleksi bagi warga untuk mengenang jasa para leluhur sekaligus memperkuat kekompakan antartetangga dalam bingkai religius.

Filosofi Bersih Lahir dan Batin
Puncak acara ditutup dengan aksi gotong royong membersihkan area makam. Hal ini mencerminkan filosofi Desa Sumberdadi yang mengejar keseimbangan: bersih secara lahiriah (lingkungan makam) dan tenang secara batiniah (doa dan silaturahmi).

Adanya pembagian peran yang jelas antara NU yang menangani aspek teknis peribadatan dan Pemdes yang mengoordinasikan mobilisasi warga membuat agenda ini berjalan efektif. Kolaborasi ini menjadi model pelayanan masyarakat (khidmah) yang menyasar ketenangan spiritual sekaligus ketertiban sosial desa.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 43 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menjaga Hutan Lewat Tradisi Krapyak Saparan di Bonosari

24 Juli 2026 - 14:02 WIB

Merah Putih Bung Karno di Builaran, Berdayakan Ekonomi Kaum Marhaen

22 Juli 2026 - 17:51 WIB

Cahaya Lilin Rumah Sederhana yang Menghidupkan Batik Singosari

17 Juli 2026 - 14:28 WIB

Kebangkitan Batik Singosari

UMKM Lokal Hidupkan Festival Kuliner 100 Tahun Jam Gadang

21 Juni 2026 - 22:20 WIB

Ritual Sedekah Gunung, Kekuatan Budaya Warga Desa Lencoh

18 Juni 2026 - 04:22 WIB

Muharam di Desa: Momentum Revolusi Mental dan Etos Kerja

17 Juni 2026 - 15:31 WIB

Trending di SOSBUD