Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

PEMDA · 19 Feb 2026 20:12 WIB ·

Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci Pembangunan Pangkalpinang 2027


					Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci Pembangunan Pangkalpinang 2027 Perbesar

Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung [DESA MERDEKA] Pemerintah Kota Pangkalpinang resmi memacu mesin perencanaannya lebih awal. Melalui Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD 2027 yang digelar di Ruang Bapperida, Kamis (19/2/2026), Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, menegaskan bahwa kebijakan tahunan harus berhenti menjadi sekadar tumpukan dokumen administratif dan mulai bertransformasi menjadi solusi instan bagi masalah rakyat.

Penyusunan RKPD 2027 ini merupakan tahun kedua implementasi RPJMD 2025–2029. Artinya, ini adalah periode krusial untuk membuktikan bahwa pembangunan di “Kota Beribu Senyuman” berjalan secara matang, terukur, dan tidak sekadar mengulang program tahun-tahun sebelumnya tanpa evaluasi.

Mengakhiri Ego Sektoral antar-OPD
Salah satu poin out of the box yang ditekankan Prof. Udin—sapaan akrab Wali Kota—adalah instruksi keras untuk meruntuhkan tembok pemisah antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Ia menilai persoalan kota seperti banjir dan sampah tidak akan selesai jika dinas terkait masih bekerja sendiri-sendiri.

“Sampah yang menumpuk memicu banjir, dan desain drainase sempit memperparah genangan. Ini urusan Dinas Lingkungan Hidup, Pekerjaan Umum, hingga penanggulangan bencana secara sekaligus. Sinergi lintas OPD adalah penentu keberhasilan program,” tegasnya.

Respon Cepat: Solusi di Tengah Keterbatasan
Di tengah keterbatasan anggaran, Prof. Udin meminta jajarannya untuk tetap menunjukkan aksi nyata. Keluhan warga mengenai jalan rusak atau genangan air harus mendapatkan respon cepat, meskipun solusi jangka panjang sedang disiapkan. Baginya, kehadiran pemerintah harus dirasakan langsung melalui tindakan fisik di lapangan, bukan sekadar janji dalam rapat.

Selain itu, posisi Pangkalpinang sebagai wajah Provinsi Bangka Belitung menuntut kualitas infrastruktur yang mumpuni. Hal ini berkaitan erat dengan kesiapan kota dalam menarik investasi dan menggerakkan ekonomi berbasis potensi lokal melalui pengelolaan aset yang profesional.

Sains dan Aspirasi Sebagai Kompas
Pangkalpinang juga membuka pintu lebar bagi kalangan akademisi dan masyarakat umum untuk ikut campur dalam perencanaan ini. Dengan melibatkan perguruan tinggi sebagai pusat kajian ilmiah, kebijakan yang diambil diharapkan berbasis data valid, bukan sekadar asumsi.

Setiap aspirasi yang masuk melalui Musrenbang maupun kritik dari pemangku kepentingan eksternal dipastikan akan dikawal ketat hingga tahap pengesahan APBD 2027. Tujuannya satu: memastikan setiap rupiah anggaran berdampak nyata pada peningkatan kualitas hidup warga Pangkalpinang.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 61 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Warga Sumbar Diajak Aktif Jaga Ketertiban Lingkungan

25 Juli 2026 - 19:19 WIB

Ombudsman Evaluasi Pelayanan Publik Sumbar, OPD Diwajibkan Berinovasi

24 Juli 2026 - 22:20 WIB

Tambahan TKD Sumbar Cair, Percepat Pemulihan Nagari Pascabencana

24 Juli 2026 - 05:38 WIB

Pertanggungjawaban APBD Sumbar 2025: Pendapatan Tembus 99%

21 Juli 2026 - 09:13 WIB

Malaka Dapat 1.464 Rumah Bantuan Wilayah Perbatasan

15 Juli 2026 - 16:08 WIB

Ketua DPRD Sumbar: Orang Baik Jangan Jadi Penonton

12 Juli 2026 - 22:32 WIB

Trending di PEMDA