Menu

Mode Gelap
Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi Bukan Seremoni, Desa Kambuno Rayakan Hari Desa dengan Aksi

PEMERINTAHAN · 31 Jan 2025 19:36 WIB ·

Sinergi Kemendes dan Polri Amankan Dana Desa Demi Swasembada


					<em>Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto bersama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menandatangani naskah kerjasama di The Tribrata, Jakarta, Jumat (31/1/2025). Kemendes PDT dengan Polri menjalin kerja sama dalam sinergitas tugas dan fungsi di bidang pembangunan desa dan daerah tertinggal.
Foto: Wening/Kemendes PDT</em> Perbesar

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto bersama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menandatangani naskah kerjasama di The Tribrata, Jakarta, Jumat (31/1/2025). Kemendes PDT dengan Polri menjalin kerja sama dalam sinergitas tugas dan fungsi di bidang pembangunan desa dan daerah tertinggal. Foto: Wening/Kemendes PDT

Jakarta [DESA MERDEKA] – Bayang-bayang ketakutan para Kepala Desa (Kades) saat mengelola anggaran besar kini mulai menemui titik terang. Lewat kolaborasi strategis, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, resmi menggandeng Polri untuk mengawal Dana Desa agar lebih berdaya guna, terutama dalam mengejar ambisi swasembada pangan nasional.

Nota Kesepahaman (MoU) yang diteken di Tribrata Convention pada akhir Januari lalu ini, menjadi “sabuk pengaman” bagi para perangkat desa. Tujuannya jelas: mengubah paradigma pengawasan dari yang semula menakutkan menjadi pendampingan yang menguatkan kapasitas perangkat desa.

Polri Sebagai Penjaga Arus Pangan
Sudut pandang menarik dari kerja sama ini adalah pemanfaatan jaringan luas Polri hingga ke level Bhabinkamtibmas. Polisi tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra strategis yang memastikan setiap rupiah Dana Desa mengalir ke sektor produktif, khususnya pertanian dan ketahanan pangan.

“Polri punya jaringan luas hingga ke pelosok. Ini adalah kekuatan besar untuk memastikan Dana Desa tepat sasaran,” ungkap Mendes Yandri. Dengan pengawalan ketat ini, Kades diharapkan tidak lagi ragu melakukan inovasi pembangunan karena merasa memiliki pendampingan teknis dan hukum yang solid.

Empat Pilar Pengawalan Desa
Kerja sama ini bukan sekadar seremonial. Setidaknya ada empat ruang lingkup utama yang akan langsung dirasakan oleh masyarakat desa:

  • Transparansi Data: Pertukaran informasi digital antara Kemendes dan Polri untuk memantau progres pembangunan secara real-time.
  • Aksi Pendampingan: Dukungan fisik dalam pelaksanaan program infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat.
  • Upgrade Kapasitas: Pelatihan bagi aparatur desa agar lebih cakap dan akuntabel dalam manajemen administrasi keuangan.
  • Benteng Hukum: Tindakan tegas tetap diberlakukan bagi oknum yang terbukti menyalahgunakan anggaran, demi menjaga marwah pembangunan desa.

Harapan Baru dari Akar Rumput
Sinergi ini membawa optimisme baru bahwa Dana Desa akan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi yang transparan. Jika selama ini banyak program yang tersendat karena keraguan administratif, kini Kades bisa lebih fokus pada eksekusi kesejahteraan warga.

Langkah ini mempertegas bahwa membangun Indonesia harus dimulai dari desa. Dengan pengawasan yang humanis namun tegas, Dana Desa diproyeksikan menjadi tulang punggung terwujudnya kemandirian pangan yang nyata dari tingkat akar rumput.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 274 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Jalan Tol Hasil Bumi: Ambisi Mendes Yandri untuk Yahukimo

11 Maret 2026 - 21:03 WIB

Duet Kemendes-BAPPISUS: Perkuat Daya Gedor Ekonomi Desa

11 Maret 2026 - 04:55 WIB

Kedaulatan Data Jadi Kunci Pembangunan Tepat Sasaran

6 Maret 2026 - 21:21 WIB

Sanksi Menanti Tiga Kades Malaka Akibat Dana Desa Macet

25 Februari 2026 - 13:49 WIB

Sumatera Barat Jadi Laboratorium Nasional Penanganan Bencana Terpadu

24 Februari 2026 - 09:42 WIB

Akses Keadilan Menembus Desa: Kolaborasi Hukum Terbesar di NTT

21 Februari 2026 - 20:08 WIB

Trending di PEMERINTAHAN