Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

RAGAM · 24 Sep 2025 06:32 WIB ·

Sinergi Dunia Usaha dan Pemerintah Wujudkan Pembangunan Sumbar


					Sinergi Dunia Usaha dan Pemerintah Wujudkan Pembangunan Sumbar Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, secara resmi membuka Rapat Kerja Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Badan Usaha (TJSLBU) Sumatera Barat masa bakti 2024–2029 di Auditorium Gubernuran, Selasa (23/9/2025). Mengusung tema “Kolaborasi Strategis TJSLBU untuk Pembangunan Berkelanjutan Provinsi Sumatera Barat”, kegiatan ini menjadi forum penting untuk menyelaraskan program sosial perusahaan dengan visi pembangunan daerah.

Dalam arahannya, Gubernur Mahyeldi menekankan bahwa TJSLBU adalah sumber alternatif strategis untuk mendukung program pemerintah, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia menegaskan, program yang dijalankan harus terarah, efektif, dan tepat sasaran agar benar-benar memberikan dampak nyata.

Mahyeldi juga menyoroti potensi besar dari investasi pasar modal di Sumatera Barat. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), nilai transaksi saham dari investor ber-KTP Sumbar diperkirakan mencapai Rp12 triliun. Angka ini menunjukkan potensi ekonomi yang belum sepenuhnya dimanfaatkan.

“Potensi besar ini harus kita manfaatkan untuk menarik investor agar turut mengelola pembangunan daerah,” ujar Mahyeldi. Ia juga mendorong keterlibatan perantau Minang yang tersebar di seluruh Indonesia. Menurutnya, ikatan emosional perantau dapat dimanfaatkan melalui tokoh adat dan pemerintah daerah untuk mendorong mereka menanamkan modal di kampung halaman.

Selain itu, Gubernur mengungkapkan langkah konkret Pemprov Sumbar dalam mengatasi permasalahan lahan sawit ilegal seluas 11.000 hektare. Pihaknya berupaya agar lahan tersebut dialihkan ke PT Agrinas Palma Nusantara, sebuah entitas yang dikelola BUMN atau koperasi, dengan tujuan meningkatkan produksi dan merehabilitasi lahan. “Langkah ini diharapkan memberi manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat Sumbar,” jelasnya.

Mahyeldi juga menegaskan komitmen Pemprov Sumbar untuk membangun sektor pertanian dan pariwisata sebagai motor utama ekonomi daerah. Sinergi dunia usaha melalui program TJSL dinilai sangat penting untuk mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Ketua TJSLBU Sumbar, Gusti Chandra, menambahkan bahwa forum ini menjadi wadah kolaborasi nyata antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat. Ia menyampaikan, program jangka pendek akan difokuskan pada penanggulangan kemiskinan ekstrem, sementara program jangka panjang diarahkan untuk meningkatkan daya saing daerah.

“Tema rapat kerja ini mencerminkan tekad TJSLBU untuk membuktikan kerja nyata membangun Sumbar yang inklusif dan berkelanjutan,” tutur Gusti Chandra. Ia berharap, momentum ini dapat menyamakan persepsi, mengevaluasi capaian program, dan merumuskan langkah konkret ke depan.

Rapat kerja ini diharapkan dapat memperkuat komitmen dunia usaha dalam bersinergi dengan pemerintah dan masyarakat, demi terwujudnya kesejahteraan dan pembangunan berkelanjutan di Ranah Minang.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 25 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

LPM dan Ikhtiar Menumbuhkan Partisipasi dari Akar Rumput

18 Juli 2026 - 22:42 WIB

Jelang Musim Tanam, Warga Kedungwaringin Gelar Hajat Bumi

16 Juli 2026 - 15:18 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako Episode 36: Kolaborasi Seni dan Teknologi

8 Juli 2026 - 13:54 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako

4 Juli 2026 - 13:34 WIB

Ruas Jalan Desa Rusak Parah, Warga Loleo Berharap Perhatian Bupati Halmahera Selatan

3 Juli 2026 - 10:37 WIB

Bertaruh Nyawa di Tengah Laut: Potret Darurat Kesehatan Warga Desa Loleo dan Polindes yang Sekarat

30 Juni 2026 - 12:30 WIB

Trending di RAGAM