Pekalongan [DESA MERDEKA] – Di tengah tekad pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk membangun negeri dariUnit terkecilnya, desa, sebuah gebrakan inovatif muncul di Pekalongan. Puluhan perangkat desa dari berbagai penjuru kabupaten antusias mengikuti lokakarya intensif yang diselenggarakan oleh Padigital bekerja sama dengan Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Merah Putih. Bukan sekadar pertemuan biasa, acara ini menjadi tonggak penting dalam upaya memperkuat ketahanan pangan di tingkat akar rumput melalui sentuhan teknologi digital.
Surya Kurniadi, sosok visioner di balik Padigital, dengan semangat memaparkan strateginya. Menurutnya, di era serba digital ini, desa tidak lagi bisa berjalan sendiri tanpa memanfaatkan platform digital. Justru, teknologi adalah kunci untuk membuka potensi sumber daya desa secara maksimal, terutama dalam mengoptimalkan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), koperasi desa (KopDes Merah Putih), dan yang tak kalah penting, para perangkat desa sebagai garda terdepan pembangunan.
“Di era digital ini, desa harus mampu memanfaatkan platform digital dalam mengelola sumber daya yang dimiliki. Ini krusial untuk mengoptimalkan peran BUMDes, KopDes Merah Putih, serta perangkat desa dalam hal pengadaan dan distribusi pangan lokal,” tegas Adi, sapaan akrabnya, saat memberikan materi pelatihan yang penuh inspirasi.
Adi menekankan bahwa teknologi digital bukan lagi sekadar opsi tambahan, melainkan sebuah keniscayaan. Ibarat nahkoda kapal tanpa kompas, desa yang mengabaikan digitalisasi akan kesulitan mengarungi samudra tantangan ketahanan pangan. Padigital hadir sebagai jembatan, menghubungkan petani sebagai produsen, pelaku usaha sebagai penggerak ekonomi, dan konsumen sebagai penikmat hasil bumi dalam satu ekosistem perdagangan digital yang terintegrasi. Lebih dari itu, mereka memastikan bahwa perangkat desa memiliki akses ke sistem yang memudahkan proses pengadaan pangan secara transparan dan efisien.
Peningkatan kapasitas perangkat desa menjadi fokus utama. Adi mengingatkan bahwa transformasi, peningkatan kemampuan, dan konsistensi adalah kunci utama untuk mewujudkan visi besar Prabowo dalam Asta Cita, terutama dalam pilar ketahanan pangan. Tak hanya soal aplikasi dan platform, kesiapan infrastruktur fisik juga menjadi perhatian serius. Gudang penyimpanan yang layak dan kantor yang representatif dianggap sebagai fondasi penting dalam mendukung kelancaran distribusi logistik dan koordinasi program ketahanan pangan di tingkat desa.
“Fasilitas gudang yang memadai akan memudahkan pengawasan kualitas bahan pangan sekaligus mempercepat respons terhadap kebutuhan di berbagai wilayah. Keberadaan kantor yang memadai juga krusial agar seluruh kegiatan koordinasi antar perangkat desa berjalan lancar dan terintegrasi,” jelas Adi dengan penuh keyakinan.
Sinergi antara perangkat desa dan mitra teknologi seperti Padigital dipandang sebagai kolaborasi emas untuk menyukseskan program unggulan presiden di bidang ketahanan pangan. Dengan dukungan teknologi dan fasilitas yang mumpuni, harapan akan ketahanan pangan yang kokoh di tingkat daerah, sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat desa, bukan lagi sekadar mimpi.
Syafrudin Ali Ahmed, Dewan Penasehat DPP PPDI Merah Putih, memberikan apresiasi tinggi atas langkah Padigital yang proaktif merangkul perangkat desa. Baginya, perangkat desa adalah ujung tombak pembangunan di tingkat paling bawah. “Kami mengapresiasi langkah kolaboratif antara Padigital dan PPDI Merah Putih yang menggandeng perangkat desa, karena perangkat desa sejatinya adalah garda terdepan dalam pembangunan desa,” ujarnya dengan nada bangga.
Upgrading ini dianggap krusial agar perangkat desa memiliki pemahaman dan kemampuan yang mumpuni dalam menjalankan program ketahanan pangan, terutama dengan memanfaatkan keajaiban teknologi digital. Sinergi yang terjalin antara PPDI Merah Putih dan Padigital diharapkan dapat mengakselerasi digitalisasi di seluruh pelosok desa.
Para peserta workshop di Pekalongan mendapatkan pelatihan langsung mengenai penggunaan aplikasi digital untuk pengelolaan ketahanan pangan, mencakup tata kelola pengadaan hingga distribusi pangan yang terintegrasi. Dengan persiapan gudang dan kantor yang memadai, optimisme membumbung tinggi bahwa kebutuhan pangan masyarakat dapat dipenuhi secara berkelanjutan.
Lebih dari sekadar pelatihan teknis, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk berbagi pengalaman dan berdiskusi mengenai tantangan yang dihadapi perangkat desa dalam mengimplementasikan program ketahanan pangan berbasis digital. Harapannya, kegiatan ini dapat memperkuat kemampuan mereka dalam mengoptimalkan setiap jengkal sumber daya desa melalui pemanfaatan teknologi yang tepat guna.
“Perangkat desa di Pekalongan kini memiliki bekal yang lebih dari cukup untuk mengimplementasikan program ketahanan pangan yang modern, transparan, dan berkelanjutan, sejalan dengan visi pembangunan desa yang mandiri dan maju,” pungkas Syafrudin, menyiratkan harapan akan masa depan desa yang lebih cerah berkat sentuhan teknologi.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.