Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

PEMERINTAHAN · 20 Mei 2025 07:02 WIB ·

Penerapan E-Voting Pilkades Pangkas Biaya dan Cegah Manipulasi Suara


					Penerapan E-Voting Pilkades Pangkas Biaya dan Cegah Manipulasi Suara Perbesar

Jakarta [DESA MERDEKA]Layar sentuh kini mulai menggantikan paku dan kertas suara di bilik-bilik suara tempat pemungutan suara desa. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tengah tancap gas memodernisasi pesta demokrasi tingkat bawah melalui penerapan e-voting Pilkades. Langkah digitalisasi ini bukan sekadar gaya-gayaan teknologi, melainkan strategi konkret untuk memangkas pembengkakan anggaran logistik dan menyumbat celah kecurangan yang kerap memicu konflik antar-warga.

Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, menegaskan bahwa penerapan e-voting pilkades akan dioptimalkan secara masif pada gelombang pemilihan mendatang. Jangan bayangkan sistem ini rumit bagi warga pelosok. Teknologi yang digagas oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) ini dirancang sangat ramah pengguna: warga hanya perlu menyentuh layar digital untuk memilih jagoannya.

Setelah layar disentuh, mesin otomatis mencetak kertas bukti pilihan untuk dimasukkan ke kotak suara, sementara satu salinan cetak dipegang pemilih sebagai bukti otentik. Model hibrida (elektronik-fisik) inilah yang membuat hasil pemilihan mustahil dimanipulasi di tengah jalan.

“Awalnya banyak pihak yang meragukan efektivitas e-voting. Namun, setelah para kandidat melihat bahwa sistem ini mampu menciptakan kesetaraan dan meminimalisir intervensi, dukungan terhadap e-voting justru menguat,” ujar Bima Arya dalam sebuah forum diskusi demokrasi di Jakarta.

Rekam jejak digitalisasi ini pun bukan lagi proyek percontohan berskala kecil. Teknologi ramah anggaran ini telah sukses diuji coba di 1.700 desa di Indonesia dengan hasil yang aman, kondusif, dan bebas dari sengketa hasil.

Bagi kas keuangan daerah, efisiensi adalah berkah terbesar. Pengadaan kertas suara, kotak logistik, hingga ongkos cetak yang biasanya menguras dana desa kini bisa ditekan habis-habisan. Anggaran yang hemat tersebut otomatis bisa dialihkan langsung untuk membiayai pembangunan jalan setapak, posyandu, atau modal investasi Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa). Pada akhirnya, bilik suara digital terbukti melahirkan iklim politik desa yang jauh lebih sehat dan jujur.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 86 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menakar Masa Depan Ekonomi Desa di Balik Sensus 2026

11 Juni 2026 - 14:46 WIB

Dana Desa Tahap I di Atambua Tembus 94 Persen

10 Juni 2026 - 15:33 WIB

Menteri LH Ditantang Tuntaskan Proyek PSEL Padang Raya

27 Mei 2026 - 08:15 WIB

Menbud Fadli Zon Dorong Pembangunan Museum Desa Masif

20 Mei 2026 - 17:38 WIB

Program TEKAD Sulap Potensi 1.110 Desa Demi Makan Gratis

19 Mei 2026 - 10:19 WIB

Target 59 Negara: Saatnya Produk Desa Sulsel Mendunia

15 Mei 2026 - 07:17 WIB

Trending di PEMERINTAHAN