Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR PUSAT · 11 Mar 2026 21:03 WIB ·

Jalan Tol Hasil Bumi: Ambisi Mendes Yandri untuk Yahukimo


					Jalan Tol Hasil Bumi: Ambisi Mendes Yandri untuk Yahukimo Perbesar

Jakarta [DESA MERDEKA] Kabupaten Yahukimo tidak lagi sekadar menjadi titik jauh di peta Papua Pegunungan. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, kini membidik wilayah subur ini sebagai lumbung pangan baru yang mampu menyuplai kebutuhan nasional. Syaratnya cuma satu: hancurkan isolasi infrastruktur melalui pembangunan jalan produksi dan jembatan yang menghubungkan hasil tani warga ke pasar lintas provinsi.

Tanah Yahukimo yang sangat subur adalah “tambang emas” hijau. Kentang, wortel, hingga kol berkualitas tinggi melimpah di sana, namun selama ini terkurung oleh akses yang terbatas. Mendes Yandri menegaskan bahwa hasil bumi ini harus bisa mendarat di meja makan penduduk Jawa, Kalimantan, hingga Sulawesi.

Kolaborasi Global untuk Indonesia Timur
Proyek besar ini tidak berjalan sendiri. Kemendes PDT menggandeng Bank Dunia (World Bank) dalam program percepatan pembangunan Indonesia Timur. Fokus utamanya adalah memastikan kemajuan ekonomi tidak hanya berputar di Pulau Jawa atau sekitar Ibu Kota, tetapi menyentuh jantung Papua Pegunungan.

“Kita bangun infrastruktur jalan produksi, air bersih, dan jembatan. Tujuannya agar kentang Yahukimo bisa bersaing di pasar nasional,” ujar Yandri saat audiensi bersama Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli, Rabu (11/3/2026). Langkah ini menjadi kunci suksesnya Koperasi Desa Merah Putih dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di masa depan.

Bukan Sekadar Semen dan Aspal
Bagi masyarakat Yahukimo, pembangunan ini adalah napas baru bagi ekonomi keluarga. Lebih dari sekadar fisik bangunan, proyek ini dirancang untuk:

  • Menghapus Gizi Buruk: Mempermudah distribusi pangan sehat di tingkat lokal.
  • Padat Karya: Menciptakan lapangan kerja sementara dengan memanfaatkan sumber daya lokal.
  • Injeksi Fiskal: Optimalisasi Dana Desa dan BUMDesa untuk meningkatkan pendapatan warga.

Bupati Didimus Yahuli menyambut optimis sinergi ini. Baginya, dukungan pusat adalah percepatan yang dinanti agar petani Yahukimo tidak lagi berjuang sendirian di atas tanah subur mereka. Dengan kolaborasi lintas sektoral, Yahukimo siap bertransformasi dari desa tertinggal menjadi pemain kunci rantai pasok pangan Indonesia.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 66 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Membalik Arus: Strategi Prabowo Jadikan Desa Benteng Ekonomi Ekonomi Nasional

14 Agustus 2026 - 21:32 WIB

Di Balik Seremoni Jembatan Merah Putih Polri: Realitas atau Pencitraan?

14 Agustus 2026 - 17:05 WIB

Warung Pangan ID Food Diperluas, Pasar Tradisional Didorong Putus Rantai Pasok

11 Agustus 2026 - 05:32 WIB

Saat Artificial Intelligence Menembus Batas Desa Mencari Korban TPPO

31 Juli 2026 - 09:35 WIB

Menakar Masa Depan Ekonomi Desa di Balik Sensus 2026

11 Juni 2026 - 14:46 WIB

Dana Desa Tahap I di Atambua Tembus 94 Persen

10 Juni 2026 - 15:33 WIB

Trending di KABAR PUSAT