Kabupaten Malaka,Desamerdeka.id : Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malaka menyiapkan 240 petugas lapangan untuk menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang akan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Sebelum turun ke lapangan, para petugas mengikuti pelatihan dan workshop selama tiga hari, mulai 9 hingga 11 Juni 2026, di Hotel Ramayana Betun.
Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan kualitas data yang akan dikumpulkan selama pelaksanaan sensus. Para petugas dibekali pemahaman mengenai konsep sensus ekonomi, teknik pendataan, penggunaan aplikasi digital, hingga simulasi wawancara dengan pelaku usaha.
Kepala BPS Kabupaten Malaka, Egidius Emanuel Laka, mengatakan bahwa sensus ekonomi tahun 2026 akan mencakup seluruh unit usaha ekonomi yang beroperasi di wilayah Kabupaten Malaka.
“Cakupannya seluruh usaha ekonomi yang ada, secara khusus di Kabupaten Malaka,” jelas Egidius melalui pesan WhatsApp.
Mendata Seluruh Aktivitas Ekonomi
Sensus Ekonomi merupakan kegiatan pendataan berskala nasional yang dilaksanakan secara berkala untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai aktivitas ekonomi masyarakat. Data yang dihasilkan akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi, investasi, penciptaan lapangan kerja, hingga pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Di Kabupaten Malaka, pendataan akan menjangkau berbagai sektor usaha, mulai dari perdagangan, jasa, industri rumah tangga, usaha pertanian yang berbadan usaha, hingga berbagai aktivitas ekonomi lainnya yang menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat.
Keberadaan data yang akurat sangat penting untuk mengetahui potensi ekonomi daerah, perkembangan dunia usaha, serta tantangan yang dihadapi pelaku usaha lokal.
Seleksi Terbuka dan Transparan
Egidius menegaskan bahwa seluruh petugas yang mengikuti pelatihan telah melalui proses seleksi yang dilakukan secara terbuka dan berbasis online. Menurutnya, tidak ada praktik titipan dalam proses rekrutmen petugas sensus.
“Semua petugas diseleksi secara terbuka dan online, yang lulus yang dipakai, yang tidak lulus tidak ikut. Tidak ada petugas titipan,” tegasnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjawab berbagai pertanyaan masyarakat terkait proses perekrutan petugas lapangan yang akan bertugas selama pelaksanaan sensus.
Dengan mekanisme seleksi yang terbuka, BPS berharap petugas yang terpilih benar-benar memiliki kemampuan dan kompetensi yang dibutuhkan untuk menjalankan tugas pendataan secara profesional.
Didukung Anggaran APBN
Selain menegaskan transparansi rekrutmen, Kepala BPS Kabupaten Malaka juga memastikan bahwa seluruh kegiatan pelatihan dan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Sumber dana kegiatan dari APBN,” ujarnya.
Data Penting untuk Perencanaan Pembangunan
Hasil Sensus Ekonomi 2026 nantinya akan menjadi salah satu rujukan utama bagi pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dalam menyusun berbagai program pembangunan ekonomi.
Bagi Kabupaten Malaka, data sensus dapat digunakan untuk memetakan kekuatan ekonomi lokal, mengidentifikasi sektor usaha yang berkembang, serta merancang kebijakan yang lebih tepat sasaran dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Dengan kesiapan 240 petugas lapangan yang telah mendapatkan pembekalan selama empat hari, BPS Kabupaten Malaka optimistis pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dapat berjalan lancar dan menghasilkan data yang berkualitas sebagai dasar pembangunan ekonomi daerah yang lebih terarah.

Desa Membangun Negeri


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.