Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan [DESA MERDEKA] – Komitmen Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar untuk membangun kemandirian desa semakin nyata. Hal ini ditandai dengan peresmian BUMDes Tanjung Harapan di Desa Barat Lambongan, Kecamatan Bontomatene. Peresmian yang dilakukan oleh Wakil Bupati Kepulauan Selayar, Drs. H. Muhtar, M.M., pada Sabtu (30/8/2025) malam, menjadi bagian dari rangkaian penutupan Festival Merdeka Opu Karajeng.
BUMDes ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi desa dengan memanfaatkan berbagai potensi lokal. Fokus utamanya adalah memperkuat sektor pariwisata, mempromosikan kuliner khas daerah sebagai daya tarik utama, dan mengoptimalkan potensi bahari yang melimpah. Kehadiran BUMDes ini disambut baik oleh berbagai pihak, termasuk jajaran pemerintah daerah seperti Kepala Dinas Pariwisata dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), serta unsur Forkopimcam, tokoh masyarakat, dan tokoh agama. Dukungan lintas elemen ini menjadi bukti bahwa gagasan masyarakat Barat Lambongan mendapat dukungan penuh.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Muhtar menyampaikan apresiasi tinggi atas semangat warga yang dinilainya mampu melahirkan ide-ide kreatif untuk membangun desa. Ia menegaskan bahwa pembangunan desa adalah kunci utama peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Kalau desa sudah maju dan sejahtera, maka kabupaten, provinsi, bahkan pemerintah pusat pun akan ikut sejahtera. Sebab desa adalah ujung tombak pelayanan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa peluncuran BUMDes bukanlah sekadar seremoni, melainkan awal dari langkah nyata menuju kemandirian ekonomi. BUMDes Tanjung Harapan diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi warga, baik melalui layanan publik, pengembangan kuliner khas seperti sarongso, hingga pengelolaan objek wisata.

Lebih lanjut, Wakil Bupati Muhtar mengingatkan pentingnya kreativitas dalam mengemas atraksi budaya dan menjaga kebersihan lingkungan sebagai faktor penentu daya tarik wisatawan. “Bersih itu sebagian dari iman. Kalau desa bersih, maka tamu akan datang, pariwisata berkembang, dan ekonomi masyarakat ikut bergerak,” tambahnya. Acara peresmian ditutup dengan doa bersama, diiringi pantun penutup dari Wakil Bupati yang menambah semarak suasana kebersamaan di Desa Barat Lambongan.

“Ketika suara rakyat dibungkan, jurnalisme menjadi senjata. Kami hadir bukan hanya untuk melaporkan, tapi untuk mengingatkan bahwa keadilan dimulai dari keberanian menyuarakan kebenaran. Di balik setiap berita, ada tekad untuk menjadikan desa lebih sadar, lebih berdaya, dan benar-benar merdeka.”
HP : 081355523999


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.