Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

PENDIDIKAN · 26 Nov 2025 07:39 WIB ·

Sekolah Lansia Mentari Senja: Ruang Penghormatan Generasi Emas Desa


					Sekolah Lansia, Lansia Tangguh, Pendidikan Nonformal, Desa Sungai Lebung, Pemberdayaan Lansia, Pendidikan Sepanjang Hayat, Kurikulum 7 Dimensi Perbesar

Sekolah Lansia, Lansia Tangguh, Pendidikan Nonformal, Desa Sungai Lebung, Pemberdayaan Lansia, Pendidikan Sepanjang Hayat, Kurikulum 7 Dimensi

Jadi Bukti Penghormatan Sosial dan Pendidikan Sepanjang Hayat

Ogan Ilir, Sumatera Selatan [DESA MERDEKA] Di tengah pesatnya dinamika pembangunan, kelompok lanjut usia (lansia) kerap terlupakan, padahal mereka adalah fondasi sosial dan budaya desa. Untuk menjawab tantangan tersebut, Sekolah Lansia Mentari Senja di Desa Sungai Lebung, Kecamatan Pemulutan Selatan, Ogan Ilir, Sumatera Selatan, hadir bukan hanya sebagai program pendidikan nonformal, tetapi sebagai wujud nyata penghormatan sosial dan pemberdayaan generasi emas.

Program yang dicanangkan melalui kolaborasi apik antara Balai KB Kecamatan Pemulutan Selatan, pemerintah desa, TP-PKK, dan pengurus sekolah ini bertujuan mewujudkan pendidikan sepanjang hayat ( lifelong learning ) bagi lansia.

“Sekolah lanjut usia ini adalah upaya pendidikan sepanjang hayat bagi lansia. Kegiatannya berjalan sangat lancar,” ujar Kepala Sekolah Lansia Mentari Senja, Ibu Fatmawati, S.Pd., yang menunjukkan betapa pentingnya ruang bagi lansia untuk tetap aktif, menjaga kualitas hidup, dan merasa terlibat.

Kurikulum 7 Dimensi dan Tantangan Kehadiran
Sekolah Lansia Mentari Senja menggunakan kurikulum yang unik, yakni berbasis 7 Dimensi Lansia Tangguh. Kurikulum ini disusun secara khusus dengan menyesuaikan kondisi, kemampuan, serta kearifan lokal masyarakat setempat. Pendekatan berbasis kearifan lokal ini dinilai penting agar materi yang disampaikan benar-benar relevan dengan realitas kehidupan lansia di Desa Sungai Lebung.

Meskipun mendapat sambutan positif dan berjalan baik, program ini menghadapi beberapa tantangan utama. Salah satunya adalah faktor kehadiran peserta. Ibu Fatmawati menyebutkan, kondisi kesehatan dan tradisi sosial desa sering memengaruhi kehadiran.

“Kalau musim kondangan, banyak warga belajar yang tidak hadir,” tuturnya, memahami bahwa kehidupan sosial desa sangat memengaruhi ritme kegiatan pendidikan.

Selain itu, keterbatasan sumber daya manusia (SDM) juga menjadi isu penting. Ketersediaan tutor yang belum maksimal mengharuskan sekolah membatasi kuota peserta, padahal banyak lansia lain yang antusias ingin bergabung. Dukungan dana yang belum bersifat tetap juga menjadi kendala dalam merealisasikan rencana pengembangan program jangka panjang.

Harapan Besar dan Kekuatan Dukungan Komunitas
Kendati menghadapi kendala, program ini memiliki kekuatan besar yang membuatnya terus bertahan. Kekuatan tersebut meliputi dukungan penuh dari pengurus, fasilitas yang disediakan pemerintah desa, keterlibatan Puskesmas dalam pemeriksaan kesehatan rutin bagi peserta, serta antusiasme lansia yang sangat tinggi.

Sekolah ini berhasil memantik semangat baru bagi para lansia, di mana mereka tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga kembali merasakan kebersamaan, keceriaan, dan kesempatan untuk mengisi hari tua dengan aktivitas yang bermakna.

Ibu Fatmawati berharap, “Semoga saja para lansia ini di usia senjanya tetap aktif, berdaya guna, dan selalu bahagia.” Harapan ini menggambarkan tujuan pendidikan sepanjang hayat yang sesungguhnya. Sekolah Lansia Mentari Senja adalah bukti bahwa lansia bukanlah sekadar penerima manfaat pembangunan, melainkan bagian penting dari masyarakat yang perlu terus diberdayakan. Program ini menjadi simbol inspiratif bagi desa-desa lain untuk tidak melupakan generasi yang telah membangun fondasi masyarakat, serta menjadikannya kunci untuk membangun desa yang kuat secara sosial.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 24 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Kisah Nurul Fadiah, Melawan ‘Brain Drain’ dari Pesisir Selayar

16 Agustus 2026 - 10:45 WIB

Menantang Ombak Demi Dasa Darma: Kisah 369 Tunas Muda di Beranda Selatan Selayar

15 Agustus 2026 - 14:43 WIB

Kisah Alvin di Sekolah Rakyat Dharmasraya Bikin Haru

2 Agustus 2026 - 14:15 WIB

Kisah Perjuangan Mahyeldi Bakar Semangat Siswa SRT Dharmasraya

2 Agustus 2026 - 12:08 WIB

Sekolah Rakyat Dharmasraya Titik Balik Putus Rantai Kemiskinan

2 Agustus 2026 - 12:02 WIB

Kolaborasi Anggota Dewan Dongkrak Penerima PIP SMKN Kletek

31 Juli 2026 - 20:39 WIB

Trending di PENDIDIKAN