Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

NGOBROL DESA · 10 Feb 2026 09:02 WIB ·

Satu Desa Satu Berita: Strategi Kuasai Narasi Media Nasional


					<em>Ketua Umum Relawan Pemberdayaan Desa Nusantara (RPDN), Suryokoco Suryoputro</em> Perbesar

Ketua Umum Relawan Pemberdayaan Desa Nusantara (RPDN), Suryokoco Suryoputro

Jakarta [DESA MERDEKA] Indonesia sebenarnya memiliki “tambang konten” yang tidak akan pernah habis jika dikelola dengan serius: isu pedesaan. Di tengah kejenuhan informasi perkotaan, narasi dari desa justru berpotensi merajai jagat digital selama 24 jam nonstop tanpa jeda.

Strategi ini bisa dimulai dengan mewajibkan sekitar 30.000 Tenaga Pendamping Profesional (TPP) untuk mengirim minimal satu berita setiap minggunya. Jika dirata-ratakan dalam lima hari kerja, akan ada sekitar 6.000 berita otentik yang masuk ke redaksi pusat setiap harinya.

“Media online mana yang bisa mengalahkan isu tentang desa jika setiap jam keluar informasi baru? Kita tidak akan pernah miskin konten atau miskin ide,” ungkap Suryokoco suryoputro,  Pendiri Relawan Pemberdayaan Desa Nusantara (RPDN) dalam sebuah diskusi hangat, melalui kanal Youtube Ngobrol Desa Episode 215, yang membahas TPP dan Jurnalistik Desa, Selasa (10/2/2026).

Tangkapan Layar Ngobrol Desa Episode 215, yang membahas TPP dan Jurnalistik Desa, Selasa (1022026)

Menghidupkan Sisi Manusiawi Konten
Sudut pandang menarik yang ditawarkan adalah memanfaatkan kebanggaan lokal atau human pride. Ketika konten yang dibuat oleh pendamping desa atau warga desa diunggah ulang (repost) atau dipasang di saluran resmi kementerian, muncul rasa bangga yang luar biasa.

Rasa bangga ini akan memicu efek domino digital. Warga akan melakukan tangkapan layar (screenshot), membagikannya ke TikTok dengan musik latar populer, dan menyebarkannya secara organik. “Ini sisi manusiawi. Mereka akan merasa dihargai, dan itulah mesin penggerak informasi yang paling kuat,” tambahnya.

Desa Harus Mandiri Secara Informasi
Kritik tajam diarahkan pada saluran informasi kementerian yang terkadang justru mengangkat topik di luar isu desa. Hal tersebut dinilai sebagai indikasi kemiskinan ide. Seharusnya, saluran informasi tersebut menjadi muara bagi ribuan inspirasi yang datang dari unit terkecil negara.

Sebagai simbol dukungan terhadap literasi digital desa, kehadiran pejabat tinggi seperti Menteri Desa di tengah komunitas blogger atau youtuber desa dianggap jauh lebih istimewa dibandingkan hadir di acara pers konvensional.

Momentum seperti Hari Pers Nasional seharusnya menjadi ajang di mana Kementerian Desa—bukan Kominfo atau Dewan Pers—yang mengambil peran utama untuk mendorong lahirnya jurnalisme warga dari desa. Dengan “ngopi bareng” dan mendengar langsung cerita para kreator desa, kedaulatan informasi nasional bisa dimulai dari garis paling depan, yakni desa itu sendiri.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 30 kali

badge-check

Jurnalis

Satu tanggapan untuk “Satu Desa Satu Berita: Strategi Kuasai Narasi Media Nasional”

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Hanya 0,15 Persen Korupsi, Netizen Desa Tantang Bukti Presiden

16 Februari 2026 - 09:14 WIB

Dana Desa Dipangkas Rp75 Juta: Beban Berat Koperasi Pusat

16 Februari 2026 - 08:58 WIB

Aksi “Buzzer” Desa: Lawan Stigma dengan Banjir Bukti Medsos

16 Februari 2026 - 08:47 WIB

Statistik Membuktikan Dana Desa Efektif: Bantahan untuk Presiden

16 Februari 2026 - 08:06 WIB

Transparansi Radikal Desa: 95 Persen Baliho Anggaran Jadi Bukti

16 Februari 2026 - 07:39 WIB

Hanya 0,15 Persen Korupsi: Data Patahkan Stigma Negatif Desa

16 Februari 2026 - 07:28 WIB

Trending di NGOBROL DESA