Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

NGOBROL DESA · 25 Jul 2025 18:26 WIB ·

Koperasi Desa Merah Putih Meluncur, Klaten Jadi Pusat Perhatian!


					Koperasi Desa Merah Putih Meluncur, Klaten Jadi Pusat Perhatian! Perbesar

Ngobrol Desa Edisi ke-74 [DESA MERDEKA] Sebuah momentum bersejarah bagi pengembangan ekonomi kerakyatan di Indonesia akan segera terukir dengan diluncurkannya Koperasi Desa Merah Putih. Acara peluncuran akbar ini akan dipusatkan di salah satu desa di Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, dan direncanakan akan diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Ketua RPJN, Suryokoco, dalam acara “Ngobrol Desa Episode 74”, 7 Juli 2025, menyambut antusias agenda penting ini. “Hari ini adalah resepsi, setelah sebelumnya ada proses akad nikah pendirian koperasi dengan akta notaris. Ibarat membangun rumah tangga, pasangan ini sudah punya kartu nikah. Hari ini adalah pestanya, menyampaikan kepada publik bahwa kita sudah berkeluarga,” jelas Suryokoco. Ia menambahkan bahwa peluncuran ini merupakan deklarasi semangat untuk mengawal agar koperasi ini benar-benar berjalan sesuai kaidah koperasi yang sebenarnya.

Antusiasme menyambut peluncuran ini terlihat jelas di berbagai daerah. Di Sukoharjo, misalnya, para kepala desa bahkan telah berkumpul sejak subuh, melaksanakan salat Jumat bersama, dan berangkat bersama menggunakan empat bus yang telah disiapkan menuju lokasi peluncuran di Klaten.

Transformasi Ekonomi Desa melalui Koperasi

Suryokoco menekankan pentingnya mengawal keberadaan Koperasi Desa Merah Putih. Ia merujuk pada inisiatif “Kode Indonesia” yang sejak 2021 mengusung semangat membangun desa dengan berkoperasi. “Ketika bergulir Koperasi Desa, ini menjadi panggilan untuk kita terlibat dalam proses mengawal supaya koperasi ini benar-benar berkoperasi,” ujarnya.

Data menunjukkan, Koperasi Desa Merah Putih memiliki jangkauan yang sangat luas. Dari 83.762 desa dan kelurahan di seluruh Indonesia, 83.685 di antaranya telah tersosialisasi, dan 81.147 desa/kelurahan telah melakukan musyawarah khusus pembentukan koperasi. Angka ini, menurut Suryoko, adalah bukti kerja luar biasa Kementerian Koperasi dan Kementerian Desa, khususnya peran Tenaga Pendamping Profesional (TPP) yang memfasilitasi musyawarah desa khusus.

Klaten sebagai Percontohan: Wajah Koperasi Desa Bentangan

Acara peluncuran hari ini akan menampilkan 103 koperasi percontohan (mokap) Koperasi Desa Merah Putih. Salah satu yang menjadi sorotan adalah Koperasi Desa Merah Putih Bentangan di Wonosari, Klaten, lokasi utama peluncuran. Profil digital koperasi ini menunjukkan kelengkapan data, mulai dari alamat, nomor induk koperasi (NIK), hingga potensi desa seperti padi, jagung, mangga, melon, sapi, kambing, bebek, dan perikanan.

Koperasi Desa Bentangan juga menampilkan wajah para pengurus dan ragam usaha yang telah berjalan, meliputi logistik, klinik, apotek, kantor koperasi, pupuk dan sarana pertanian, gerai sembako, cold storage, simpan pinjam, hingga galeri. Lokasi koperasi ini juga terintegrasi dengan peta digital, mempermudah akses bagi siapa saja yang ingin berkunjung. Kelengkapan ini menunjukkan keseriusan dalam persiapan dan menjadi teladan bagi koperasi desa lainnya.

Harapan dan Tantangan ke Depan

Meski demikian, Suryokoco juga menyoroti beberapa data profil digital koperasi percontohan lainnya yang masih belum lengkap atau ada kesalahan input, seperti alamat yang tidak sesuai. Ia berharap ke depan, data ini dapat terus diperbarui dan media sosial koperasi dapat berfungsi optimal untuk komunikasi.

Menyambut semangat kebangkitan koperasi ini, Suryokoco mengusulkan program ekspedisi ke 37 koperasi percontohan yang tersebar di Jawa dan Madura. “Kayaknya menarik juga ini kalau kemudian jalan-jalan keliling di 37 koperasi sambil kita melihat nih mana alamat koperasinya, sesuai enggak dengan website-nya. Kemudian kita lihat sudah sejauh mana persiapannya,” tuturnya. Ini bertujuan untuk memvalidasi data di lapangan, melihat langsung potensi, dan memahami mimpi serta cita-cita para pengurus koperasi.

Cak Itong, aktivis koperasi, menyambut baik ide ekspedisi ini. Ia bahkan mengusulkan “ekspedisi virtual” yang dapat melibatkan partisipasi luas dan mempertemukan jejaring baru di antara pengelola Koperasi Desa Merah Putih. Menurutnya, peluncuran hari ini adalah penanda kebangkitan perkoperasian di tingkat akar rumput, sebuah langkah spektakuler dengan jumlah kelembagaan yang mencapai puluhan ribu tersebar di seluruh Nusantara.

Peluncuran Koperasi Desa Merah Putih ini diharapkan menjadi titik tolak bagi terwujudnya desa mandiri yang memiliki ketahanan ekonomi kuat, sesuai dengan impian Presiden Prabowo untuk membangun kemandirian di negeri sendiri, dimulai dari desa-desa.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 88 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Hanya 0,15 Persen Korupsi, Netizen Desa Tantang Bukti Presiden

16 Februari 2026 - 09:14 WIB

Dana Desa Dipangkas Rp75 Juta: Beban Berat Koperasi Pusat

16 Februari 2026 - 08:58 WIB

Aksi “Buzzer” Desa: Lawan Stigma dengan Banjir Bukti Medsos

16 Februari 2026 - 08:47 WIB

Statistik Membuktikan Dana Desa Efektif: Bantahan untuk Presiden

16 Februari 2026 - 08:06 WIB

Transparansi Radikal Desa: 95 Persen Baliho Anggaran Jadi Bukti

16 Februari 2026 - 07:39 WIB

Hanya 0,15 Persen Korupsi: Data Patahkan Stigma Negatif Desa

16 Februari 2026 - 07:28 WIB

Trending di NGOBROL DESA