Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

NGOBROL DESA · 22 Agu 2024 07:07 WIB ·

Siasat Fasilitator Blora: Ubah Stigma Bansos Demi Data Desa


					Siasat Fasilitator Blora: Ubah Stigma Bansos Demi Data Desa Perbesar

Blora, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] Pendataan SDGs Desa sering kali terbentur tembok prasangka. Di Kabupaten Blora, para enumerator harus berjuang melawan pola pikir warga yang menganggap survei hanyalah tiket untuk menerima bantuan. Tri Juwanto, fasilitator desa setempat, mengungkapkan bahwa edukasi menjadi kunci agar warga paham bahwa data adalah fondasi untuk meningkatkan kualitas hidup, bukan sekadar urusan bagi-bagi dana.

Dalam forum cakap SDGs Desa episode 359, Juwanto membagikan resep suksesnya: membangun kepercayaan. Menurutnya, tanpa pemahaman bahwa data akan digunakan untuk merumuskan kebijakan pembangunan yang efektif, warga akan terus resisten terhadap proses survei.

Pendekatan Ganda di Tengah Kendala Teknis
Bukan hanya soal stigma, tantangan teknis seperti server pusat yang tidak stabil menjadi penghambat utama. Mengantisipasi hal ini, tim pendata di Blora menerapkan strategi “dua jalur”. Mereka tidak hanya mengandalkan input digital, tetapi tetap melakukan pencatatan manual sebagai cadangan (backup).

Strategi ini didukung dengan pelatihan luas bagi para pengumpul data di desa. Pelatihan mencakup aspek teknis penggunaan alat, teknik wawancara, hingga pertimbangan etis agar data yang dihasilkan akurat dan efisien. Kolaborasi juga diperluas dengan menggandeng lembaga lain, seperti Kementerian Koperasi dan UKM, guna memperkaya basis data yang sudah ada.

Empat Pilar Keberlanjutan Data
Agar pendataan tidak sekadar menjadi proyek musiman, Juwanto menekankan empat pilar strategi:

  • Kepemilikan Komunitas: Pertemuan rutin dengan pejabat desa dan pengumpul data untuk menumbuhkan rasa memiliki.
  • Pembinaan Kapasitas: Pelatihan teknis dan etika secara komprehensif.
  • Kemitraan Lintas Sektor: Memanfaatkan sumber daya antarlembaga pemerintah.
  • Dukungan TI: Penanganan cepat terhadap masalah teknis saat pengumpulan data berlangsung.

Melalui langkah-langkah ini, pendataan di Blora diharapkan mampu menghasilkan intervensi program yang tepat sasaran dan benar-benar menjawab aspirasi masyarakat di lapangan.

 

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 98 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Terisolasi di Puncak Arfak, Kisah Pendamping Desa Pemburu Sinyal

29 Juli 2026 - 15:07 WIB

Bukan Eksekutor Instan, Mahasiswa GENTASKIN Harus Jadi Katalis Desa

10 Juli 2026 - 14:07 WIB

Cashless APBDes Ardimulyo Perkuat Transparansi dan Tata Kelola Keuangan Desa

29 Juni 2026 - 23:13 WIB

Cashless APBDes Ardimulyo 1

Hanya 0,15 Persen Korupsi, Netizen Desa Tantang Bukti Presiden

16 Februari 2026 - 09:14 WIB

Dana Desa Dipangkas Rp75 Juta: Beban Berat Koperasi Pusat

16 Februari 2026 - 08:58 WIB

Aksi “Buzzer” Desa: Lawan Stigma dengan Banjir Bukti Medsos

16 Februari 2026 - 08:47 WIB

Trending di NGOBROL DESA