Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

SOSBUD · 24 Feb 2025 12:29 WIB ·

Ruwah Desa Batankrajan: Detoks Spiritual Warga Sebelum Sambut Ramadan


					Ruwah Desa Batankrajan: Detoks Spiritual Warga Sebelum Sambut Ramadan Perbesar

Mojokerto, Jawa Timur [DESA MERDEKA] Di saat masyarakat urban sibuk mempersiapkan stok pangan menjelang Ramadan, warga Desa Batankrajan, Kecamatan Gedeg, memiliki cara berbeda untuk bersiap diri. Melalui tradisi Ruwah Desa yang digelar Sabtu (22/2), pemerintah desa setempat mengajak masyarakat melakukan “pembersihan spiritual” dan penguatan ikatan sosial sebelum memasuki bulan suci.

Kepala Desa Batankrajan, Antony Wijohari, menegaskan bahwa tradisi tahunan ini adalah instrumen penting untuk memitigasi pudarnya nilai kebersamaan di era modern. Dengan format kegiatan sehari penuh, desa ini berubah menjadi pusat gravitasi religi yang mempertemukan warga lokal dengan pengunjung dari luar daerah.

“Alhamdulillah, ini sudah menjadi tradisi di desa kami. Sebelum memasuki bulan Ramadan, ada Ruwah Desa sebagai bentuk syukur sekaligus mengirim doa bagi leluhur,” ujar Antony di sela-sela acara.

Sinarki Ritual Pagi dan Gema Salawat Malam
Agenda dimulai sejak pagi hari dengan pengajian kolektif yang dikhususkan untuk mendoakan para pendahulu desa. Puncak kemeriahan terjadi pada malam hari melalui gema salawat bersama yang menghadirkan deretan tokoh agama ternama, mulai dari Gus Muhammad Izzul Kafie hingga Cak Cuplis CS.

Kehadiran para tokoh agama seperti Ustadz Bahrul Ulum dan Ustadz Zainal Fanani memberikan suntikan spiritualitas bagi warga. Bagi Antony, ini adalah investasi sosial agar generasi muda tetap memiliki jangkar pada nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal.

Lebih dari Sekadar Tradisi: Aksi Filantropi
Menariknya, Ruwah Desa Batankrajan tidak berhenti pada aktivitas seremonial. Acara ini diramu dengan aksi filantropi berupa santunan kepada anak yatim dan doa bersama untuk kesejahteraan desa.

“Melalui kegiatan positif ini, kami berharap Pemerintah Desa Batankrajan dan masyarakatnya mendapatkan barokah. Ini adalah momen syukur atas segala karunia sebelum kita melangkah ke bulan suci Ramadan bulan depan,” pungkas Antony.

Dengan antusiasme warga yang tinggi, Ruwah Desa terbukti efektif menjadi ajang konsolidasi sosial. Di sini, batas-batas kepentingan pribadi melebur dalam doa dan salawat, menciptakan harmoni yang menjadi modal utama dalam membangun desa.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 45 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Layanan Kesehatan Gratis KAI Dekatkan Medis Warga Bumiayu

16 September 2026 - 12:21 WIB

Air Kembali Mengalir, LPPM UNEJ dan PATPI Ringankan Beban Perempuan Desa Tadho

8 September 2026 - 08:53 WIB

Perempuan Desa Tado

Duka Pantai Selatan: Lelah Pamong Desa Menjaga Asa

5 September 2026 - 20:29 WIB

Lautan Cahaya Lilin Sambut Bunda Maria di Malaka

2 September 2026 - 22:47 WIB

Bukan Sekadar Sertifikat: Denyut Budaya Sumbar Ada di Tangan Masyarakat

29 Agustus 2026 - 16:46 WIB

Jangan Tangkap Ikan Kecil, Bongkar Bandar Togel Papua!

29 Agustus 2026 - 10:31 WIB

Trending di SOSBUD