Bantaeng, Sulawesi Selatan [DESA MERDEKA] – Desa Bonto-Bontoa, Kecamatan Tompobulu, resmi memulai babak baru dalam perencanaan pembangunan daerahnya. Melalui Musyawarah Desa (Musdes) yang digelar Sabtu (9/3/2024), pemerintah desa bersama masyarakat menyusun Rancangan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) sebagai pedoman strategis untuk enam tahun ke depan.
Langkah ini bukan sekadar rutinitas administratif. Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Desa, Ir. Amir Ali, secara filosofis menyebut rancangan RPJMDes ini sebagai “kitab suci” pembangunan desa. Analogi ini menekankan bahwa setiap kebijakan yang tertuang di dalamnya akan menjadi kompas dan petunjuk utama dalam mengarahkan nasib warga Bonto-Bontoa selama masa jabatan kepala desa berlangsung.
Inspirasi dari Dusun Bulu-Bulu
Salah satu poin paling menarik dalam Musdes kali ini adalah munculnya aspirasi otentik dari warga terkait pemekaran wilayah. Masyarakat mengusulkan agar Dusun Bulu-Bulu dimekarkan menjadi dua bagian. Luas wilayah yang terlalu besar dinilai menjadi kendala dalam efektivitas pelayanan dan pemerataan pembangunan. Usulan ini membuktikan bahwa Musdes berhasil menjadi ruang dialektika yang hidup, di mana warga tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga arsitek bagi wilayahnya sendiri.

Gotong Royong Data dan Pembangunan
Kasi Pemerintahan Kecamatan Tompobulu, Ramli, S.Sos, mengapresiasi kinerja tim penyusun yang terdiri dari unsur perangkat desa dan tokoh masyarakat. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan desa bergantung pada integrasi data. Masyarakat diajak terlibat aktif sejak tahap pendataan awal hingga pemanfaatan data untuk kesejahteraan bersama.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Desa Bonto-Bontoa, H. Syamsuddin B, menekankan bahwa solidaritas adalah mesin utama penggerak desa. Tanpa partisipasi masyarakat, dokumen RPJMDes hanya akan menjadi tumpukan kertas tanpa makna.
“Terima kasih atas masukan masyarakat. Poin-poin tambahan dari peserta musyawarah akan segera diproses masuk ke dalam dokumen final sebelum ditetapkan,” jelas H. Syamsuddin.
Acara yang berlangsung di tengah semangat kekeluargaan ini turut dihadiri oleh berbagai elemen pendamping desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta tokoh masyarakat, yang diakhiri dengan komitmen bersama untuk mengawal setiap rencana hingga menjadi kenyataan.

Hasan Habibu Lahir di Bantaeng Sulawesi Selatan 1 Januari 1975.
Pendidikan S1 STAI Al-furqan Makasar / Jurusan Pendidikan Agama Islam. lulus tahun 2016
Selain sebagai Pendamping Lokal Desa beberapa Organisasipun terlibat di dalamnya, DA’I KAMTIBMAS POLRES BANTAENG bidang KOMUNIKASI ANTAR LEMBAGA, FORUM DA’I POLSEK TOMPOBULU SBG PENASEHAT, IKATAN PELAJAR MUHAMNADIYAH SBG ANGGOTA.
Beberapa penghargaan di raih seperti juara terbaik dua Tingkat Kabupaten Bantaeng Sebagai Tim Pengelolah Kegiatan / TPK 2011. Penghargaan Kapolres sebagai Relawan Covid-19 tahun 2020.
Penghargaan MPR RI dalam sosialisasi Pancasila dan UUD 45 Negara kesatuan RI dan bhinneka tunggal Ika tahun 2011. Dll


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.