Purbalingga, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Di tangan Raden Roro Hendarti, perangkat Desa Muntang, Purbalingga, sampah dan buku bukan lagi dua hal yang terpisah. Melalui inisiatif “Limbah Pustaka”, sosok yang akrab disapa Bu Roro ini berhasil mengawinkan pelestarian lingkungan dengan misi mencerdaskan warga desa. Dedikasi puluhan tahun tersebut baru saja membuahkan penghargaan nasional kategori Video Cerita Berdampak dalam ajang Peer Learning Meeting (PLM) di Bali.
Penghargaan dari Perpustakaan Nasional RI ini menjadi pengakuan atas kerja keras Bu Roro dalam membangun komunitas literasi berbasis lingkungan. Tak hanya trofi dan piagam, ia juga menerima uang pembinaan sebesar Rp1.500.000 yang seluruhnya akan didedikasikan kembali untuk memperkuat kegiatan literasi di desanya.

Berkhidmat pada Buku dan Lingkungan
Perjalanan Bu Roro bukanlah proses instan. Sebagai aparatur desa, ia menghibahkan waktu di luar jam kerja untuk melayani siapa pun yang ingin maju. Bersama suami dan anak-anaknya, keluarga ini kompak bergerak dalam satu misi suci: menjadikan literasi sebagai kunci pembuka masa depan bagi anak-anak desa.
“Bagi saya, setiap buku yang dibaca oleh anak-anak desa adalah sebuah kemenangan,” ungkapnya. Konsistensi inilah yang membawa Limbah Pustaka Muntang dikenal luas, membuktikan bahwa keterbatasan di desa bisa diatasi dengan semangat gotong royong dan inovasi kreatif.

Inspirasi dari Desa untuk Nusantara
Inisiatif Bu Roro menunjukkan bahwa literasi desa tidak harus kaku. Dengan pendekatan pengelolaan limbah, warga tidak hanya mendapatkan akses pengetahuan, tetapi juga kesadaran ekologi. Prestasi di tingkat nasional ini diharapkan menjadi pematik bagi perangkat desa lain di seluruh Nusantara untuk melahirkan inovasi yang menyentuh langsung kebutuhan warga.
Melalui Limbah Pustaka, Desa Muntang kini menjadi bukti nyata bahwa perubahan besar sering kali dimulai dari langkah kecil di sudut perpustakaan desa yang sederhana.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.