Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Kampus kerap dikritik hanya melahirkan tumpukan kertas laporan ilmiah yang berdebu di perpustakaan. Menanggapi jurang pemisah ini, Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, menantang para akademisi untuk membawa inovasi keluar dari laboratorium menuju realitas pasar. Langkah konkret ini dinilai krusial agar hasil riset teknik Unand membangun ekonomi Sumbar secara inklusif, terutama di wilayah perdesaan yang membutuhkan sentuhan teknologi tepat guna.
“Sumbar tanpa Unand ibarat sayur tanpa garam. Kami sangat terbuka terhadap setiap masukan konstruktif dan kritikan membangun,” ujar Vasko saat menghadiri Lustrum VIII Fakultas Teknik Universitas Andalas (FT Unand) di Padang, Kamis (15/5/2025).
Di hadapan para civitas akademika, Vasko yang juga alumni Teknik Universitas Indonesia (UI) menyoroti pentingnya komersialisasi riset kampus. Menurutnya, potensi inovasi dari aset lahan Unand seluas 500 hektare harus dioptimalkan. Fakultas Teknik didorong kuat untuk memperkuat jiwa entrepreneur mahasiswa agar karya ilmiah bertransformasi menjadi entitas bisnis nyata yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Saya tidak ingin melihat riset-riset yang hebat ini berakhir sia-sia di dalam laporan,” tegasnya.
Inovasi aplikatif dari kampus dinilai mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah dan menjawab langsung kendala infrastruktur serta tata kelola potensi lokal di tingkat desa atau nagari.
Suasana perayaan 40 tahun FT Unand ini mencair saat Wagub Vasko ikut menggemakan yel-yel kebanggaan bersama perwakilan mahasiswa. Antusiasme kepemimpinan muda ini mendapat respons positif dari mahasiswa, salah satunya Putri, yang mengaku mendapat suntikan semangat baru untuk berkontribusi bagi kemajuan Sumatera Barat. Vasko mengingatkan bahwa tanggung jawab mahasiswa hari ini melampaui urusan akademik dan kebanggaan orang tua—mereka memikul kewajiban moral atas kemajuan bangsa.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.