Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

IPTEK · 15 Feb 2026 08:00 WIB ·

Rahasia Pupuk Cair 48 Jam Budiyanto Gebrak Padang Pariaman


					Budiyanto (pakai topi caping) Berbagi Ilmu Pupuk B-Grow Plus di Padang Pariaman, Sabtu (14/02/2026). (Foto: Indra Dewi) Perbesar

Budiyanto (pakai topi caping) Berbagi Ilmu Pupuk B-Grow Plus di Padang Pariaman, Sabtu (14/02/2026). (Foto: Indra Dewi)

Sungai Limau, Padang Pariaman, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Ketergantungan petani pada pupuk kimia mahal kini menemui tandingan serius di Nagari Guguak Kuranji Hilir. Budiyanto, penemu formula Pupuk Organik Cair (POC) B-Grow Plus asal Malang, melakukan aksi “bongkar rahasia” dapur produksinya di hadapan Kelompok Tani (Poktan) Sukma Jaya, Sabtu (14/2/2026).

Langkah ini menjadi terobosan besar bagi petani lokal. Budiyanto tidak sekadar menjual produk, tetapi langsung mengajarkan cara memproduksi pupuk berkualitas pabrikan secara mandiri. Hanya bermodalkan air kelapa dan isolat jamur khusus, para petani kini bisa memanen pupuk organik cair hanya dalam waktu 48 jam.

Teknologi Pabrikan di Tangan Petani Lokal
Meskipun formula B-Grow Plus telah diproduksi secara masif oleh PT Minatani Nuswantara di Kudus, Jawa Tengah, Budiyanto tetap memilih jalur edukasi langsung. Didampingi akademisi Politeknik Negeri Padang (PNP), H. Bgd. Roswaldi, ia mendemonstrasikan proses fermentasi dalam drum kapasitas 100 liter yang sangat aplikatif untuk skala desa.

Inovasi ini menepis anggapan bahwa pembuatan pupuk organik selalu memakan waktu lama dan rumit. Kecepatan fermentasi 48 jam ini menjadi solusi instan bagi petani yang membutuhkan asupan nutrisi tanaman tanpa harus menunggu berminggu-minggu.

Legalitas Kementan Jadi Jaminan Kualitas
Budiyanto menegaskan bahwa ilmu yang dihibahkan kepada warga Padang Pariaman ini bukanlah eksperimen abal-abal. Formula ini telah mengantongi legalitas lengkap sejak tahun 2024.

“Kami membawa teknologi yang sudah teruji di laboratorium Universitas Brawijaya dan tersertifikasi Sucofindo. Izin edar resmi dari Kementerian Pertanian juga sudah kami miliki, sehingga petani tidak perlu ragu akan hasilnya,” jelas Budiyanto.

Hibah Alat untuk Kemandirian Desa
Sebagai bentuk komitmen nyata, Budiyanto juga menghibahkan perangkat peralatan produksi yang dirakit langsung di lokasi kepada Poktan Sukma Jaya. Ketua Poktan, H. Ali Akbar, menyebut kehadiran inovator ini sebagai angin segar bagi ekonomi petani.

Dengan kemampuan memproduksi pupuk sendiri, biaya operasional tanam dipastikan turun drastis. Inisiatif ini diharapkan mampu menciptakan efek domino bagi nagari-nagari sekitar, mengubah wajah pertanian Padang Pariaman menjadi lebih organik, ekonomis, dan berkelanjutan tanpa ketergantungan pada pihak luar.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 168 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Modal Dengkul Hasil Sawah: Rahasia Sukses Kandang Komunal Kadirejo

13 April 2026 - 17:47 WIB

Sitinjau Lauik Merdeka Sinyal: Mudik 2026 Makin Aman

20 Maret 2026 - 21:32 WIB

Algoritma Baru Google: Angin Segar Buat Berita Desa

19 Maret 2026 - 11:26 WIB

Ubah Limbah Jeruk Busuk Jadi Minyak Atsiri Bernilai

16 Maret 2026 - 10:14 WIB

Bakteri Indigeneus: Kunci Cuan Akuaponik di Lahan Sempit

13 Maret 2026 - 19:03 WIB

Ketua DPRD Sumbar: Sawah Bisa Panen Tiga Kali dengan Ilmu

4 Maret 2026 - 10:28 WIB

Trending di IPTEK