Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

SOSBUD · 24 Feb 2025 06:45 WIB ·

Pulang Basamo Birandang: Cara Warga Kampar Bersihkan Hati Kolektif


					Pulang Basamo Birandang: Cara Warga Kampar Bersihkan Hati Kolektif Perbesar

Kampar, Riau [DESA MERDEKA] Menjelang Ramadhan 1446 H, Desa Pulau Birandang di Kecamatan Kampa berubah menjadi pusat rekonsiliasi sosial. Tradisi “Pulang Basamo” yang digelar pada Sabtu (22/2/2025) bukan sekadar mudik biasa, melainkan sebuah gerakan pembersihan hati kolektif melalui ziarah kubur dan silaturahmi massal sebelum memasuki bulan suci.

Berpusat di Pemakaman Umum Tompat Kae, ribuan warga lokal dan perantau berkumpul untuk mendoakan leluhur sekaligus saling bermaafan. Tradisi ini menjadi unik karena diinisiasi oleh Forum Masyarakat Peduli Desa Pulau Birandang (FMPDP) sebagai jembatan emosional antara warga di desa dengan mereka yang mengadu nasib di perantauan.

Ziarah Sebagai Terapi Spiritual dan Sosial
Camat Kampa, Rahmad Fajri, dalam sambutannya menekankan bahwa esensi “Pulang Basamo” kali ini adalah persiapan mental. Menurutnya, kesiapan menyambut Ramadhan dimulai dari hati yang lapang.

“Dengan saling bersalaman dan bersilaturahmi dalam momen ziarah ini, hati menjadi bersih. Inilah modal utama kita menjalankan ibadah puasa nanti,” jelasnya.

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan surah Yasin, tahlil, dan doa bersama yang dipimpin oleh Ustadz Muhammad Faisal, Lc. Menariknya, kegiatan ini juga menjadi ajang berbagi; sebanyak 62 anak yatim menerima santunan, dan para penggali kubur—sosok yang sering terlupakan—mendapat apresiasi berupa baju batik sebagai bentuk penghargaan atas jasa mereka.

Integritas Tradisi di Era Modern
Kepala Desa Pulau Birandang, Tomas Renaldo, mencatat antusiasme tahun ini jauh lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Baginya, fenomena perantau yang rela pulang hanya untuk berziarah membuktikan bahwa ikatan batin dengan tanah kelahiran masih sangat kuat.

Ketua FMPDP, H. Burhanudin, menyebutkan bahwa gerakan ini merupakan pelaksanaan tahun kelima sejak dimulai pada 2021. Konsistensi ini menunjukkan bahwa Desa Pulau Birandang berhasil membangun ekosistem kolaborasi antara tokoh adat, agama, pemuda, dan pemerintah desa.

Acara ditutup dengan tradisi makan bersama, yang secara filosofis melambangkan kesetaraan dan persatuan. Di sini, sekat antara perantau sukses dan warga lokal melebur dalam satu nampan, menciptakan rida dan keberkahan hidup sebelum fajar pertama Ramadhan menyingsing.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 71 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Duka Pantai Selatan: Lelah Pamong Desa Menjaga Asa

5 September 2026 - 20:29 WIB

Lautan Cahaya Lilin Sambut Bunda Maria di Malaka

2 September 2026 - 22:47 WIB

Bukan Sekadar Sertifikat: Denyut Budaya Sumbar Ada di Tangan Masyarakat

29 Agustus 2026 - 16:46 WIB

Jangan Tangkap Ikan Kecil, Bongkar Bandar Togel Papua!

29 Agustus 2026 - 10:31 WIB

Saat Legenda Prambanan Pindah ke Jalanan Subah Batang

22 Agustus 2026 - 20:36 WIB

Gotong Royong Warga Malaka Kirim Bantuan Gempa Flores

17 Agustus 2026 - 13:33 WIB

Trending di SOSBUD