Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

RAGAM · 29 Okt 2025 07:36 WIB ·

Pesona Garda: Desa Terpencil Semarang Unjuk Gigi di Peta Wisata


					Pesona Garda: Desa Terpencil Semarang Unjuk Gigi di Peta Wisata Perbesar

Semarang, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] Sebuah inisiatif lokal telah berhasil mengubah citra Dusun Dawung, Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, dari wilayah terpencil menjadi destinasi wisata yang diperhitungkan. Dikenal sebagai Desa Wisata Pesona Garda, kawasan ini kini menjadi simbol semangat kemandirian dan pemanfaatan potensi alam secara optimal.

Zamroni, Kepala Dusun Dawung yang juga menjabat sebagai pengelola Pesona Garda, menjelaskan bahwa nama tersebut memiliki filosofi mendalam. “Pesona Garda terinspirasi dari pesona alam Dusun Dawung yang luar biasa. Garda sendiri merupakan singkatan dari Gerakan Anak Remaja Dusun Dawung,” ujarnya. Didirikan pada 8 Agustus 2020, tempat ini awalnya mengusung konsep sederhana: nostalgia ‘jeburan’ (bermain air) di sungai era 80-an.

 

 

Konsep awal tersebut didasari oleh kekayaan alam berupa Sungai Tuntang yang tidak pernah surut, bahkan saat musim kemarau panjang. Seiring berjalannya waktu, dan didorong oleh tuntutan wisatawan, Pesona Garda terus berinovasi. Saat ini, sungai yang karakternya aman untuk pemula ini telah dimanfaatkan tidak hanya untuk berendam, tetapi juga kegiatan tubing dan rafting ringan.

Fasilitas dan Kontribusi Ekonomi Lokal
Pesona Garda telah berkembang menjadi destinasi yang ramai dikunjungi, memicu peningkatan fasilitas umum. Bagi pengunjung yang tidak menggunakan paket wahana, dikenakan biaya tiket masuk (HTM) Rp10.000 untuk dewasa dan Rp5.000 untuk anak-anak. Dengan tiket tersebut, pengunjung dapat menikmati fasilitas dasar, termasuk area jeburan dan tikar secara gratis.

“Semua fasilitas yang ada di dalam, termasuk tikar, semuanya gratis kami sediakan untuk para tamu,” tambah Zamroni.

Aspek kuliner di Pesona Garda seluruhnya dikelola oleh UMKM warga masyarakat setempat. Ikon kuliner yang paling diminati wisatawan adalah Ikan Tawes dan Rendang Jengkol, selain Pecel yang selalu tersedia.

Zamroni mengungkapkan, pengelolaan SDM di Pesona Garda bermula dari keterbatasan. Kru utama mereka rata-rata adalah lulusan sekolah dasar dan merupakan eksekutor di lapangan. Namun, seiring waktu, mereka dituntut untuk membangun sistem manajemen yang lebih baik, dibantu oleh tim marketing dan dokumentasi.

Menariknya, pemandu (guide) di Pesona Garda kini sudah profesional dan tersertifikasi. “Bahkan pemandu kami lebih banyak didominasi oleh atlet arung jeram Jawa Tengah,” ungkap Zamroni bangga, menjamin faktor keamanan dan keahlian di lapangan.

Ajang Olahraga Regional dan Harapan Pembangunan
Kepercayaan terhadap kualitas Pesona Garda semakin meningkat. Baru-baru ini, area tersebut ditunjuk menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) untuk cabang olahraga arung jeram. Event ini menjadi ajang branding yang kuat untuk memperkenalkan Pesona Garda sebagai pusat rafting Kabupaten Semarang yang aman untuk pemula.

Zamroni mengakui, salah satu kendala utama yang dihadapi Dusun Dawung adalah infrastruktur jalan yang terbatas. “Kami memang terkendala di infrastruktur. Tapi, bulan Oktober ini jalan dari Watu Gajah menuju lokasi sudah diperbaiki dan dilebarkan,” katanya. Ia berharap pemerintah kabupaten terus mendukung perbaikan akses jalan menuju Pesona Garda agar tingkat kunjungan semakin meningkat.

Dengan dukungan 35 kru profesional—80% di antaranya merupakan atlet arung jeram Kabupaten Semarang—Zamroni menetapkan target tinggi. “Saat ini kami masuk di kategori wisata berkembang. Tahun 2026 kami punya target Pesona Garda harus menjadi wisata maju,” tutupnya, menunjukkan ambisi Dusun Dawung untuk siap bersaing di peta Desa Wisata nasional. Pesona Garda dapat diakses melalui Google Map dan berjarak sekitar 30 menit dari Kota Salatiga.

https://youtu.be/-mMZaC-e1eI?si=DmNw3k_2okzeG4Z9

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 71 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

DPRD Sumbar dan Dinas Perpustakaan Siapkan Program Tingkatkan Minat Generasi Muda ke Perpustakaan

22 April 2026 - 21:25 WIB

Asa dari Kalaotoa: Saat Bupati Peluk Keluhan Warga

22 April 2026 - 10:54 WIB

Asa Petani Selayar: Jagung Bersemi, Kelapa Menanti Data

21 April 2026 - 18:24 WIB

Bukan Beban Anggaran, Pers Adalah Perisai Antikorupsi Desa

21 April 2026 - 12:33 WIB

Hentakan Kuntau Bonerate: Memuliakan Pemimpin dengan Ketulusan Adat

20 April 2026 - 22:34 WIB

Luka di Bacan Barat: Saat Dana Kesehatan Desa Dikorupsi

20 April 2026 - 22:18 WIB

Trending di RAGAM