Semarang, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Dusun Dawung di Desa Candirejo, Kabupaten Semarang, kini tak lagi sunyi. Wilayah yang dulunya terpencil ini mendadak jadi primadona wisata Jawa Tengah berkat tangan dingin para pemuda yang tergabung dalam Pesona Garda. Bermodal aliran Sungai Tuntang yang tak pernah kering, Dusun Dawung bertransformasi menjadi pusat rafting dan tubing yang dikelola secara profesional oleh warganya sendiri.
Filosofi Gerakan Remaja
Nama “Pesona Garda” bukan sekadar merek dagang. Menurut Zamroni, Kepala Dusun Dawung sekaligus sang pengelola, “Garda” adalah akronim dari Gerakan Anak Remaja Dusun Dawung. Didirikan pada 8 Agustus 2020, tempat ini lahir dari kerinduan masa kecil akan aktivitas ‘jeburan’ atau bermain air di sungai era 80-an. Kesederhanaan inilah yang kemudian berkembang menjadi bisnis wisata olahraga air yang mumpuni.
Sertifikasi Atlet di Balik Kemudi Wisata
Hal paling unik dari Pesona Garda adalah kualitas SDM-nya. Meski banyak kru yang memulai karier dengan latar belakang pendidikan dasar, kini mereka didukung oleh 35 personel profesional. Luar biasanya, 80% dari pemandu di sini merupakan atlet arung jeram Jawa Tengah. Kehadiran para atlet ini menjamin standar keamanan tinggi bagi pemula yang ingin mencicipi sensasi menaklukkan arus Sungai Tuntang.
Dapur UMKM dan Ekonomi Kerakyatan
Pesona Garda memastikan keuntungan wisata tetap berputar di dalam dusun. Seluruh urusan perut wisatawan diserahkan kepada UMKM warga setempat. Ikan Tawes, Rendang Jengkol, dan Pecel menjadi menu ikonik yang diburu pengunjung setelah lelah bermain air. Dengan harga tiket masuk yang terjangkau—Rp10.000 untuk dewasa dan Rp5.000 untuk anak-anak—pengunjung sudah mendapatkan fasilitas tikar cuma-cuma untuk bersantai di pinggir sungai.
Target Menuju Desa Wisata Maju 2026
Keberhasilan Dawung menarik perhatian hingga tingkat regional. Penunjukan Pesona Garda sebagai tuan rumah cabang arung jeram pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) menjadi legitimasi kuat kualitas mereka. Meski sempat terkendala akses, perbaikan jalan dari arah Watu Gajah per Oktober ini memberikan napas baru.
Berjarak hanya 30 menit dari Salatiga, Zamroni dan timnya kini memasang target ambisius. Dari status kategori wisata berkembang, mereka mematok target menjadi Desa Wisata Maju pada tahun 2026. Dawung telah membuktikan bahwa keterbatasan pendidikan formal bukanlah penghalang untuk membangun sistem manajemen wisata yang diakui secara nasional.
https://youtu.be/-mMZaC-e1eI?si=DmNw3k_2okzeG4Z9



















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.