Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

PENDIDIKAN · 19 Sep 2026 11:03 WIB ·

Pesan Keras Muhidi untuk Guru PPPK Sumbar: Jangan Sekadar Berdiri di Depan Kelas!


					Pesan Keras Muhidi untuk Guru PPPK Sumbar: Jangan Sekadar Berdiri di Depan Kelas! Perbesar

PADANG,Sumatera Barat ( DESA MERDEKA)- Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Drs. H. Muhidi, M.M., menyampaikan pesan keras kepada para guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Menurutnya, guru di era perubahan tidak cukup hanya hadir di ruang kelas dan menyampaikan materi, tetapi harus mampu beradaptasi, menguasai teknologi, sekaligus membentuk karakter generasi muda.

Pesan tersebut disampaikan Muhidi saat menjadi narasumber dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kompetensi Guru PPPK Jenjang SMA, SMK, dan SLB Tahun 2026, Rabu (16/9/2026).

Di hadapan para peserta, Muhidi menegaskan bahwa keberadaan guru PPPK merupakan energi baru bagi dunia pendidikan Sumatera Barat. Energi tersebut harus diwujudkan melalui peningkatan kualitas mengajar, kreativitas, profesionalisme, dan komitmen dalam mendidik peserta didik.

Jangan sampai status sebagai guru PPPK hanya berhenti pada perubahan status kepegawaian. Ada tanggung jawab besar yang melekat untuk memastikan peserta didik memperoleh pendidikan berkualitas dan mampu menghadapi tantangan masa depan.

Muhidi menilai perkembangan zaman telah mengubah tantangan yang dihadapi dunia pendidikan. Peserta didik kini hidup di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi, sehingga pola pembelajaran juga harus mampu mengikuti perubahan tersebut.

Karena itu, penguasaan metode pembelajaran adaptif menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar. Guru harus mampu membaca kebutuhan peserta didik dan memilih pendekatan pembelajaran yang relevan agar proses pendidikan tidak berjalan monoton dan kehilangan daya tarik.

Pemanfaatan teknologi juga menjadi perhatian Muhidi. Teknologi, menurutnya, harus digunakan secara bijak untuk memperkuat proses pembelajaran. Guru perlu mampu memanfaatkan perkembangan digital sebagai sarana pendukung, sekaligus tetap menjalankan fungsi utama sebagai pendidik dan pembimbing.

Namun, Muhidi mengingatkan agar kemajuan teknologi tidak membuat pendidikan kehilangan ruhnya. Sekolah bukan hanya tempat mencetak siswa yang pintar menjawab soal, tetapi juga tempat membentuk manusia yang memiliki karakter dan budi pekerti.

Ia menegaskan, keberhasilan pendidikan tidak cukup dilihat dari nilai akademik atau kemampuan kejuruan. Peserta didik harus memiliki keseimbangan antara kecerdasan, keterampilan, integritas, tanggung jawab, dan karakter yang kuat.

Karena itu, guru PPPK dituntut terus mengembangkan kapasitas dirinya. Bimtek harus menjadi momentum untuk membawa pulang pengetahuan dan metode baru yang kemudian diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah masing-masing.

DPRD Provinsi Sumatera Barat, kata Muhidi, akan terus mengawal peningkatan kompetensi, perlindungan, dan kesejahteraan tenaga pendidik. Penguatan kualitas guru dipandang penting karena masa depan sumber daya manusia Sumatera Barat sangat berkaitan dengan kualitas pendidikan yang diberikan hari ini.

Pada akhirnya, Muhidi berharap guru PPPK mampu menjadi kekuatan baru dalam membangun pendidikan Sumatera Barat. Targetnya bukan sekadar melahirkan anak didik yang pintar, tetapi generasi emas Ranah Minang yang berkarakter, kompeten, adaptif, dan mampu bersaing di tingkat global. ( H)

 

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Di Tengah Demam AI, Guru Sumbar Butuh Perlindungan

5 September 2026 - 14:24 WIB

Bangkit dari Bawah: Pemulihan Gempa Ngada Berbasis Desa

4 September 2026 - 21:07 WIB

Kelurahan Cipayung dan Paramadina Buka Ruang Kolaborasi Global

1 September 2026 - 14:21 WIB

Renovasi Kelas, Siswa SMA Cendana Boas Malaka Belajar di Luar

31 Agustus 2026 - 19:32 WIB

Kisah Nurul Fadiah, Melawan ‘Brain Drain’ dari Pesisir Selayar

16 Agustus 2026 - 10:45 WIB

Menantang Ombak Demi Dasa Darma: Kisah 369 Tunas Muda di Beranda Selatan Selayar

15 Agustus 2026 - 14:43 WIB

Trending di PENDIDIKAN