Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

PEMERINTAHAN · 20 Des 2025 15:51 WIB ·

Peringatan Hari Bela Negara ke-77: Momentum Perkuat Persatuan Bangsa


					Peringatan Hari Bela Negara ke-77: Momentum Perkuat Persatuan Bangsa Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, memimpin Upacara Peringatan Hari Bela Negara ke-77 di Halaman Kantor Gubernur Sumbar, Jumat (19/12/2025). Dalam momentum tersebut, Mahyeldi menegaskan bahwa semangat bela negara masa kini harus diwujudkan melalui aksi nyata, terutama dalam membantu sesama yang terdampak bencana alam di berbagai wilayah.

Mahyeldi bertindak sebagai Inspektur Upacara dan membacakan amanat tertulis Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Mengusung tema “Teguhkan Bela Negara untuk Indonesia Maju”, peringatan tahun ini menjadi pengingat bahwa ketangguhan bangsa sangat bergantung pada persatuan seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi tantangan global yang kian kompleks.

Transformasi Ancaman Negara di Era Digital
Dalam pidatonya, Mahyeldi memaparkan bahwa ancaman terhadap kedaulatan negara saat ini telah bergeser dari pola konvensional menuju tantangan yang lebih dinamis. Rivalitas geopolitik, krisis energi, hingga disrupsi teknologi menjadi ancaman serius yang harus diwaspadai oleh setiap warga negara.

“Ancaman negara saat ini bukan lagi sekadar fisik. Kita menghadapi perang siber, penyebaran radikalisme, hingga manipulasi arus informasi. Oleh karena itu, bela negara harus menjadi kekuatan kolektif untuk membentengi sosial masyarakat kita,” tegas Mahyeldi.

Solidaritas untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar
Secara khusus, Gubernur juga menyoroti bencana alam hidrometeorologi yang tengah melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ia menyebut ketiga daerah ini memiliki ikatan sejarah yang kuat dalam perjalanan kemerdekaan Republik Indonesia. Menurutnya, membantu saudara yang tertimpa musibah adalah bentuk konkret dari bela negara di masa damai.

“Sejarah bela negara tidak akan lengkap tanpa perjuangan rakyat Aceh, Sumut, dan Sumbar. Kini, saat bencana melanda, solidaritas kita diuji. Persatuan adalah kekuatan terbesar bangsa sejak awal kemerdekaan hingga hari ini,” lanjutnya.

Mahyeldi mengimbau masyarakat untuk memaknai cinta tanah air dengan berkontribusi pada pembangunan sesuai peran masing-masing, memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, serta saling bahu-membahu saat terjadi bencana. Upacara ditutup dengan doa bersama untuk para korban bencana agar diberi kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi masa pemulihan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 30 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menteri LH Ditantang Tuntaskan Proyek PSEL Padang Raya

27 Mei 2026 - 08:15 WIB

Menbud Fadli Zon Dorong Pembangunan Museum Desa Masif

20 Mei 2026 - 17:38 WIB

Program TEKAD Sulap Potensi 1.110 Desa Demi Makan Gratis

19 Mei 2026 - 10:19 WIB

Target 59 Negara: Saatnya Produk Desa Sulsel Mendunia

15 Mei 2026 - 07:17 WIB

Desa Go Global: Menembus Pasar Dunia Lewat Literasi Karantina

13 Mei 2026 - 06:00 WIB

Ekspor Bumbu Jadi: Cara Desa Berhenti Jual Barang Mentah

12 Mei 2026 - 19:21 WIB

Trending di PEMERINTAHAN