Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

PEMERINTAHAN · 29 Agu 2024 05:03 WIB ·

Pengawasan Digital DPRD Sumbar Kawal Anggaran Pembangunan Desa


					Pengawasan Digital DPRD Sumbar Kawal Anggaran Pembangunan Desa Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Rakyat di pelosok nagari atau desa kini tidak perlu lagi menunggu lima tahun untuk mengevaluasi wakil mereka yang duduk di kursi empuk parlemen. Sebanyak 65 anggota DPRD Sumbar periode 2024–2029 resmi mengucapkan sumpah jabatan di bawah pimpinan Ketua Pengadilan Tinggi Padang, Ade Komarudin, Rabu (28/08). Namun, alih-alih menjadi selebrasi politik biasa, momentum pelantikan ini langsung dihentak oleh tantangan radikal dari Gubernur Mahyeldi Datuak Marajo yang menuntut para legislator baru untuk siap hidup di dalam “rumah kaca” yang diawasi langsung oleh masyarakat secara digital.

Tantangan ini menjadi angin segar bagi pembangunan desa di Sumatra Barat. Selama ini, rantai birokrasi dan penganggaran untuk sektor perdesaan sering kali terkunci di dalam ruang rapat yang kedap dari pantauan warga. Dengan penekanan fungsi pengawasan yang ketat, pemerintah provinsi berupaya memastikan agar APBD tidak melenceng dan benar-benar menyentuh kebutuhan rill masyarakat di tingkat akar rumput.

Senjata baru keterbukaan ini hadir melalui pemanfaatan teknologi berupa dashboard data real-time. Terobosan out of the box ini sengaja dipamerkan Pemprov Sumbar untuk memperpendek jarak antara penguasa dan rakyat desa. Melalui sistem ini, jalannya fungsi legislasi dan penganggaran dipaksa keluar dari zona nyaman “ruang gelap”, sehingga masyarakat desa bisa memantau aliran dana pembangunan langsung dari layar ponsel mereka.

Ketua DPRD Sumbar, Supardi, menyambut baik tantangan keterbukaan tersebut dan menegaskan bahwa sinergi dengan eksekutif harus tetap kokoh dalam koridor pengawasan yang sehat. Kini, estafet kerja keras berada di tangan para wakil rakyat yang baru. Tugas mereka bukan lagi sekadar menggelar rapat formal di gedung megah, melainkan membuktikan komitmen bersih mereka dalam mengawal distribusi anggaran pembangunan desa di bawah sorotan tajam mata publik dan sistem digital.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 41 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menakar Masa Depan Ekonomi Desa di Balik Sensus 2026

11 Juni 2026 - 14:46 WIB

Dana Desa Tahap I di Atambua Tembus 94 Persen

10 Juni 2026 - 15:33 WIB

Menteri LH Ditantang Tuntaskan Proyek PSEL Padang Raya

27 Mei 2026 - 08:15 WIB

Menbud Fadli Zon Dorong Pembangunan Museum Desa Masif

20 Mei 2026 - 17:38 WIB

Program TEKAD Sulap Potensi 1.110 Desa Demi Makan Gratis

19 Mei 2026 - 10:19 WIB

Target 59 Negara: Saatnya Produk Desa Sulsel Mendunia

15 Mei 2026 - 07:17 WIB

Trending di PEMERINTAHAN