STIEPARI Kembangkan Strategi Umbrella Branding, Dongkrak Ekonomi Kreatif Desa Srumbung Gunung
Semarang, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Tim peneliti dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia (STIEPARI) berhasil menyelesaikan penelitian strategis yang menunjukkan hasil signifikan dalam membangun ketahanan ekonomi kreatif berbasis masyarakat di Desa Wisata Kreatif Perdamaian (DWKP) Srumbung Gunung. Implementasi strategi umbrella branding di desa yang terletak di lereng Gunung Ungaran, Bawen, Kabupaten Semarang, ini terbukti mampu meningkatkan pendapatan rumah tangga masyarakat rata-rata hingga 40% dan menaikkan brand awareness desa wisata sebesar 60%.
Penelitian ini dipimpin oleh Dyan Triana Putra, S.E., M.M., sebagai Ketua Pengusul, didampingi oleh Idah Kusuma Dewi, S.E., M.M., serta dibantu dua mahasiswi Program Studi Pariwisata STIEPARI. DWKP Srumbung Gunung sendiri dikenal unik karena mengembangkan seni, budaya, dan potensi alam dengan mengangkat narasi inti tentang perdamaian dan pluralisme.

Umbrella Branding sebagai Identitas Komprehensif
Tim peneliti menjelaskan bahwa umbrella branding bukan sekadar teknik pemasaran, melainkan sebuah pendekatan komprehensif yang mengintegrasikan seluruh elemen ekonomi kreatif desa dalam satu identitas merek yang kohesif. Kerangka merek ini menyatukan berbagai produk dan layanan wisata, mulai dari kesenian lokal, produk UMKM, hingga pengalaman alam, di bawah payung merek utama desa.
Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif dengan melibatkan wawancara mendalam, observasi lapangan, dan analisis dokumen dari berbagai pihak terkait, termasuk pengelola desa wisata, masyarakat, pemerintah, wisatawan, dan pakar. Hasil temuan menunjukkan dampak positif yang meluas, tidak hanya pada aspek ekonomi, tetapi juga sosial dan lingkungan.
Dampak Positif yang Meluas:
- Aspek Ekonomi: Kenaikan pendapatan rumah tangga mencapai 40% dan peningkatan brand awareness desa hingga 60%, yang menunjukkan efektivitas strategi dalam menarik pasar.
- Aspek Sosial: Terjadi penguatan kohesi sosial dan munculnya kebanggaan komunitas yang lebih tinggi, serta terjadi transfer pengetahuan budaya antar generasi dalam pengelolaan pariwisata.
- Aspek Lingkungan: Terlihat dari penerapan inisiatif keberlanjutan, seperti pengelolaan sampah terpadu, pemanfaatan energi terbarukan, dan upaya pelestarian ekosistem lereng Gunung Ungaran.
Model Kerangka Umbrella Branding untuk Desa Wisata
Sebagai luaran utama, tim peneliti berhasil mengembangkan Model Umbrella Branding Framework. Model strategis ini mengintegrasikan berbagai komponen penting untuk keberlanjutan desa wisata, antara lain: pengembangan wilayah (place branding), strategi pemasaran, keberlanjutan pariwisata, destination branding, pengembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM), strategi kompetitif, industri budaya kreatif, dan penciptaan pengalaman wisata yang berkesan.
Penelitian ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Desa dan pengelola DWKP Srumbung Gunung, yang berkontribusi dalam penyediaan sumber daya manusia dan akses dokumen penting selama kegiatan berlangsung. Hasil penelitian ini direncanakan akan dipublikasikan dalam artikel ilmiah di Jurnal Manajemen Bisnis dan Inovasi (JMBI).
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.