Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

RAGAM · 11 Agu 2024 05:17 WIB ·

Pendamping Desa Butuh Pelatihan Intensif untuk Maksimalkan Penggunaan Aplikasi Desa


					Pendamping Desa Butuh Pelatihan Intensif untuk Maksimalkan Penggunaan Aplikasi Desa Perbesar

Jakarta [DESA MERDEKA] – Penggunaan teknologi digital dalam pengelolaan desa semakin intensif. Namun, kendala dalam pemanfaatan aplikasi desa masih menjadi tantangan bagi para pendamping desa. Hal ini terungkap dalam diskusi daring yang melibatkan para pendamping desa dari berbagai wilayah di Indonesia.

Dalam program cakap SDGs Desa episode 350 tersebut, para peserta menyoroti beberapa kendala utama, di antaranya kesulitan dalam mengoperasikan aplikasi Monev Dana Desa, khususnya terkait dengan pengunggahan APBDes. Selain itu, akses terbatas terhadap aplikasi Siskeudes juga menjadi hambatan dalam memantau kinerja desa secara real-time.

“Banyak sekali kendala yang kami hadapi, terutama dalam mengunggah APBDes di Monev Dana Desa. Persoalan seperti penyertaan modal dan kode rekening seringkali menjadi kendala,” ujar Fauzan, salah satu peserta diskusi yang juga merupakan pendamping desa di Lombok Timur.

Senada dengan Fauzan, peserta lainnya juga mengeluhkan kurangnya pelatihan yang komprehensif mengenai penggunaan aplikasi desa. “Kami membutuhkan pelatihan yang lebih intensif dan berkelanjutan agar dapat mengoptimalkan penggunaan aplikasi-aplikasi ini,” ungkap seorang peserta lainnya.

Pentingnya Pelatihan Berkelanjutan

Para ahli yang hadir dalam diskusi menekankan pentingnya pelatihan berkelanjutan bagi para pendamping desa. Pelatihan tidak hanya sebatas pengenalan fitur aplikasi, tetapi juga mencakup pemahaman mendalam tentang mekanisme pengelolaan keuangan desa, perencanaan pembangunan desa, dan pemanfaatan data untuk pengambilan keputusan.

“Pelatihan yang baik akan membekali pendamping desa dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk mendampingi desa dalam memanfaatkan teknologi digital secara efektif,” ujar seorang pakar tata kelola desa.

Harapan ke Depan

Para peserta berharap agar pemerintah pusat dan daerah dapat meningkatkan kualitas dan frekuensi pelatihan bagi pendamping desa. Selain itu, perlu adanya sinergi yang lebih baik antara pemerintah, pendamping desa, dan masyarakat desa dalam upaya mewujudkan desa digital.

“Kami berharap agar pemerintah dapat menyediakan platform pelatihan yang lebih interaktif dan mudah diakses oleh para pendamping desa di seluruh Indonesia,” ujar salah satu peserta.

Pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan desa merupakan langkah yang sangat penting untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan efektivitas pembangunan desa. Namun, keberhasilan upaya ini sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia, khususnya para pendamping desa. Oleh karena itu, pelatihan yang berkelanjutan dan komprehensif menjadi kunci untuk mengatasi berbagai kendala yang dihadapi saat ini.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 98 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Uji Petik Akuntabilitas BPKP : Tiga Desa Raih Hasil Memuaskan

15 Juni 2026 - 15:08 WIB

Strategi Meja Makan, Bupati Sidrap Ubah Lahan Tidur Jadi Lumbung

15 Juni 2026 - 01:13 WIB

BLT Desa Sungai Intan: Menjangkau Warga Hingga ke Pelosok

14 Juni 2026 - 22:53 WIB

Petani Pasaman Kini Berdaya Berkat Perda Komoditas Unggulan

13 Juni 2026 - 22:39 WIB

Transparansi Informasi Publik Jadi Kunci Keberhasilan Pembangunan Desa

13 Juni 2026 - 15:22 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako

13 Juni 2026 - 06:06 WIB

Trending di RAGAM