Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan [DESA MERDEKA] – Ruang gerak pelaku kriminal di tingkat desa ternyata bisa menyempit seketika bukan oleh barikade polisi, melainkan oleh kekompakan radar sosial warga. Sinergi kilat antara petani, pengepul, dan kepala desa berhasil menggagalkan pencurian karet Lubuk Rukam, Kecamatan Peninjauan, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).
Kasus ini bermula pada Jumat dini hari, 7 April 2023, sekitar pukul 04.30 WIB. Mat Husin, seorang warga, melihat ada yang janggal dan langsung memberi tahu Merli Gunawan (34) bahwa satu keping getah karet seberat 40 kilogram milik mertuanya, Sahroni (66), telah raib dari tempat penyimpanan di Dusun III.
Mendapat laporan itu, Merli tidak panik. Ia langsung bergerak menemui Rusdi, seorang pengepul getah karet di desa tersebut. Langkah taktis ini terbukti ampuh; mereka langsung mengunci jalur distribusi dengan menandai ciri-ciri fisik getah karet seberat 40 kilogram beserta kotak karet hijau milik korban yang hilang.
Sistem deteksi dini berbasis komunitas ini bekerja sempurna sore harinya, sekitar pukul 16.30 WIB. Dua pelaku, Fredi Siswanto (34) dan Hermanto (25) yang juga warga setempat, mendatangi rumah Rusdi untuk mencairkan uang hasil penjualan karet curian tersebut. Begitu melihat Merli berada di lokasi, nyali kedua pelaku langsung ciut. Menyadari jaringan mereka telah terkepung secara sosial, keduanya melarikan diri, namun akhirnya memilih menyerahkan diri kepada Kepala Desa Lubuk Rukam.
Kepala Desa yang menerima penyerahan diri tersebut langsung berkoordinasi dengan warga untuk melimpahkan Fredi dan Hermanto ke Unit Reskrim Polsek Peninjauan guna menghindari aksi main hakim sendiri.
Kapolres OKU, AKBP Arif Harsono, melalui Kasi Humas AKP Syafaruddin, mengonfirmasi bahwa kedua terlapor saat ini resmi ditahan. Berdasarkan dua alat bukti yang cukup, polisi menjerat kedua pelaku dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Sinergi spontan di Lubuk Rukam ini menjadi bukti riil bahwa keamanan ruang ekonomi desa paling efektif dijaga oleh kedekatan mata dan telinga warganya sendiri.



















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.