Menu

Mode Gelap
Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi Bukan Seremoni, Desa Kambuno Rayakan Hari Desa dengan Aksi

SOSBUD · 2 Jan 2026 20:17 WIB ·

Pencairan BLT Kesra Bantarjaya Ricuh Akibat Barcode Kedaluwarsa


					Oplus_131072 Perbesar

Oplus_131072

Bekasi, Jawa Barat [DESA MERDEKA] Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) di Desa Bantarjaya, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, berakhir ricuh. Ratusan warga gagal mencairkan bantuan lantaran barcode yang mereka pegang dinyatakan kedaluwarsa oleh sistem, akibat waktu penyaluran yang terlalu mepet dengan momentum pergantian tahun.

Insiden ini bermula saat sistem pencairan di Kantor Pos tidak lagi dapat diakses pada 1 Januari 2026. Hal tersebut terjadi karena barcode bantuan yang diterima warga pada penghujung Desember 2025 ternyata memiliki batas waktu sinkronisasi sistem yang sangat ketat. Warga yang telah mengantre sejak pagi merasa kecewa dan menuntut kepastian dari pihak penyelenggara.

Kronologi Waktu Penyaluran yang Mepet
Berdasarkan data yang dihimpun, barcode BLT Kesra baru diterima oleh pihak kantor pos giro Pebayuran, pada 29 Desember 2025. Data tersebut kemudian diserahkan kepada Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Desa Bantarjaya pada sore hari tanggal 30 Desember. Karena jumlah penerima yang mencapai ratusan orang dan tersebar di tiga dusun, pendistribusian baru bisa dilaksanakan pada 31 Desember 2025 sekitar pukul 15.00 WIB.

Keterbatasan durasi penyaluran di hari terakhir tahun 2025 membuat proses pencairan tidak rampung dalam sehari. Naasnya, saat warga mendatangi Kantor Pos kembali di hari pertama tahun baru, sistem menyatakan bahwa masa berlaku barcode telah habis.

Kepala Desa Tuntut Evaluasi Prosedur
Kepala Desa Bantarjaya, Abu Jihad—atau yang akrab disapa Abuy—mengaku terkejut dengan polemik yang menimpa warganya. Ia menilai mekanisme penyaluran dana bantuan sosial di akhir tahun perlu dievaluasi total agar tidak merugikan masyarakat kecil.

“Warga hanya mengikuti arahan dan jadwal. Jika penyaluran dilakukan sangat mepet dengan penutupan tahun, risikonya sangat besar. Perangkat desa dan PSM sudah bekerja maksimal hingga malam hari, namun sistem tetap terkunci saat memasuki pergantian tahun,” tegas Abuy.

Menanti Keputusan Pos Giro Pusat
Kekecewaan warga kian memuncak karena bantuan tersebut sangat diharapkan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi awal tahun. Saat ini, masyarakat Desa Bantarjaya hanya bisa menunggu kebijakan dari Kantor Pos Giro Pusat untuk membuka kembali akses pencairan yang sempat terkunci.

Peristiwa ini menjadi catatan merah bagi manajemen penyaluran bantuan sosial. Ke depannya, diharapkan perencanaan distribusi dilakukan lebih matang agar masyarakat tidak menjadi korban kendala administratif dan teknis sistem perbankan atau pos.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 71 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Satu Tiang Alif, Simbol Persatuan Langit dan Bumi di Pelita

17 Januari 2026 - 05:22 WIB

Ekosistem Budaya Ambarawa Hidup Lewat Sendratari Babad Fort Willem I

12 Januari 2026 - 21:54 WIB

Melawan Lupa: Kisah Benteng Pendem Ambarawa Dalam Gerak Tari

12 Januari 2026 - 17:06 WIB

Benteng Willem I Ambarawa Kini Punya Pertunjukan Sendratari Rutin

12 Januari 2026 - 17:04 WIB

Grha Mandala Cipta: Jembatan Milenial Ambarawa Mencintai Tradisi

12 Januari 2026 - 17:01 WIB

Monumen Galodo Sumatera, Ruang Doa dan Ingatan di Jantung Padang Panjang

12 Januari 2026 - 10:56 WIB

Trending di SOSBUD