Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

EKBIS · 4 Feb 2025 21:34 WIB ·

Pemkab Berau Bangun Rumah Produksi Kakao di Kampung Merasa


					Pemkab Berau Bangun Rumah Produksi Kakao di Kampung Merasa Perbesar

Berau [DESA MERDEKA] – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) berencana membangun rumah produksi kakao di Kampung Merasa. Rencana ini telah melalui serangkaian kajian dan uji kelayakan, termasuk monitoring dan evaluasi lapangan yang dilakukan oleh tim akademisi dan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (DPPKUKM) Kalimantan Timur.

Kepala Bidang Perindustrian Diskoperindag Berau, Rita Noratni, menjelaskan bahwa Kampung Merasa telah ditetapkan sebagai sentra pengembangan kakao di Berau berdasarkan Surat Keputusan Bupati Berau Nomor 490 Tahun 2023. “Kampung Merasa memang merupakan sentra kakao di Berau, sehingga rencana pembangunan rumah produksi di sini sangat sesuai dengan potensi yang ada,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rita mengungkapkan bahwa lahan yang akan digunakan untuk pembangunan rumah produksi tersebut merupakan hibah dari kepala Kampung Merasa. Meskipun lokasi telah ditentukan, dokumen rencana anggaran biaya (DED) masih dalam proses penyusunan. “Yang terpenting adalah saat penyusunan DED, lahan sudah siap. Kami akan memprioritaskan lahan yang memiliki legalitas yang jelas, apalagi kita sudah mendapat dukungan dari DPPKUKM Kaltim,” jelasnya.

Terkait pendanaan, Rita menyebutkan bahwa sumber anggaran untuk pembangunan rumah produksi kakao masih belum ditentukan. Pihaknya berharap mendapat dukungan anggaran dari pemerintah pusat. “Kami berharap bisa memperoleh dana dari berbagai sumber, terutama dari pemerintah pusat, mengingat banyak program kementerian yang mendukung pengembangan sentra industri seperti ini,” katanya.

Rita juga menjelaskan bahwa sebelumnya sempat direncanakan pembangunan rumah produksi cokelat di Kampung Suaran. Namun, rencana tersebut terkendala status lahan yang masih masuk dalam Kawasan Budidaya Konservasi (KBK). “Di Suaran memang ada potensi untuk pengembangan kakao, tetapi status lahan menjadi tantangan. Labanan juga menjadi salah satu opsi yang sedang dikaji karena memiliki potensi serupa,” ujarnya.

Menurut Rita, pembangunan rumah produksi kakao ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi kakao di Berau, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, membuka lapangan kerja baru, dan meningkatkan daya saing produk kakao Berau. “Diharapkan dapat mengoptimalkan potensi sumber daya alam Berau, khususnya komoditas kakao, serta mendorong pertumbuhan industri pengolahan kakao yang lebih maju dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Dialog Sawit: Cara Sumbar Hindari Gesekan Pajak Air Permukaan

11 April 2026 - 12:27 WIB

Pajak Air Sawit: Antara Keuntungan Perusahaan dan Hak Desa

11 April 2026 - 12:08 WIB

UMKM Sundawenang Naik Kelas: Strategi Digital di Balai Desa

11 April 2026 - 02:09 WIB

Jangan Tunggu Viral: Merek Adalah Perisai UMKM Desa

7 April 2026 - 20:16 WIB

Menenun Identitas Ranah Minang Melalui Proteksi Kekayaan Intelektual

6 April 2026 - 16:41 WIB

Pemuda Kepulungan Pilih Bebek: Solusi Cuan Luar Pabrik

6 April 2026 - 08:17 WIB

Trending di EKBIS