Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR DESA · 20 Mar 2025 16:04 WIB ·

Pebayuran Gerak Cepat: Pekarangan Sehat, Desa Berdaya!


					<em>Rapat minggon Kecamatan Pebayuran sosialisasikan Program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B), Rabu (19/3/2025).</em> Perbesar

Rapat minggon Kecamatan Pebayuran sosialisasikan Program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B), Rabu (19/3/2025).

Bekasi [DESA MERDEKA] – Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, mengadakan rapat minggon pada Rabu (19/3/2025). Agenda utama rapat ini adalah sosialisasi Program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B). Program P2B merupakan wujud kerja sama antara Kementerian Pertanian dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT). Tujuannya adalah memperkuat ketahanan pangan langsung dari tingkat desa.

Camat Pebayuran, Hasyim Adnan Adha, menjelaskan detail program P2B. Program ini mendorong masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan rumah. Hasilnya diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pangan bergizi keluarga. Untuk tahap awal implementasi, empat desa di Pebayuran terpilih sebagai penerima manfaat program ini. “Setiap desa penerima memiliki kewajiban mengalokasikan 20% dana desa. Dana ini khusus untuk mendukung program ketahanan pangan,” ujarnya saat rapat.

Camat Hasyim berharap partisipasi aktif seluruh peserta rapat. Ia menekankan pentingnya pembinaan dan ilmu yang didapat. Ilmu ini berguna dalam mengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). “Dengan pembinaan yang maksimal, BUMDes di Pebayuran kita harapkan semakin maju. Kontribusinya signifikan bagi penguatan ekonomi desa,” tegas Camat.

Pendamping Desa, H. Wawan, menyampaikan kondisi terkini BUMDes di Pebayuran. Ia mengakui potensi BUMDes belum tergali optimal. Kendala utama ada pada sumber daya manusia (SDM) dan pemetaan potensi unik tiap desa. Namun, H. Wawan memastikan BUMDes yang kini kurang aktif tidak akan dibubarkan. Pemerintah desa dan pendamping justru akan memberikan dukungan penuh agar BUMDes kembali beroperasi dan produktif.

“Kami siap mendukung penuh realisasi program P2B melalui BUMDes. Alokasi 20% dana desa akan kita optimalkan,” kata H. Wawan. Meski demikian, ia menekankan pentingnya regulasi yang jelas. Regulasi ini terkait pertanggungjawaban penggunaan dana desa untuk BUMDes. “Kita tidak ingin BUMDes di Pebayuran kembali gagal. Reformasi dalam pelatihan dan pembinaan pengelolaan BUMDes sangat kita butuhkan,” tegasnya.

Rapat minggon ini menjadi langkah awal yang positif. Tujuannya mengoptimalkan peran BUMDes. Peran ini krusial dalam mendukung ketahanan pangan dan memajukan ekonomi desa di seluruh Kecamatan Pebayuran.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 79 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Merti Dusun Kranggan 1 Jadi Ruang Warga Lestarikan Budaya Jawa

6 September 2026 - 23:13 WIB

Krisis Air Kertagena Laok: Antara Hak Publik dan Dana Aspirasi

28 Agustus 2026 - 14:15 WIB

Watugede Culture Festival 2026 Bukukan Transaksi Rp140 Juta

25 Agustus 2026 - 09:10 WIB

pembukaan watugede culture festival

Kursi Panas BPD Sosoh Buay Rayap Berakhir Damai

21 Agustus 2026 - 23:28 WIB

Suara Kaum Marginal di Balik Gelar Desa Antikorupsi Nasional Banyubiru

21 Agustus 2026 - 15:28 WIB

Puncak Gunung Es BSPS Malaka: Rakyat Miskin Dipaksa Nombok

21 Agustus 2026 - 09:03 WIB

Trending di KABAR DESA