Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KESEHATAN · 7 Jun 2023 20:41 WIB ·

Pati Ukir Prestasi: Desa Tluwuk Jadi Percontohan DRPA Jateng!


					Pati Ukir Prestasi: Desa Tluwuk Jadi Percontohan DRPA Jateng! Perbesar

Pati [DESA MERDEKA] – Desa Tluwuk, Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, kini menyandang predikat membanggakan. Desa ini terpilih menjadi percontohan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPA) tingkat Provinsi Jawa Tengah. Pengakuan ini disampaikan Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, saat berkunjung ke desa tersebut pada Selasa (6/6/2023).

Lebih lanjut, Taj Yasin mengapresiasi pembentukan tim relawan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) di Desa Tluwuk. Tim ini tidak hanya pasif menunggu laporan kekerasan, tetapi aktif melakukan pembinaan serta upaya pencegahan. Mereka juga fokus pada pentingnya perlindungan anak di lingkungan desa.

“Tim SAPA ini kami harapkan proaktif ‘jemput bola’ dengan melakukan sosialisasi,” ujar Taj Yasin. Kerja sama dengan berbagai pihak terkait juga ditekankan. Hal ini penting karena banyak kasus kekerasan terhadap perempuan yang tidak terlaporkan. “Maka, kolaborasi dengan berbagai elemen sangat krusial agar di desa ini benar-benar tercipta kondisi nol persen kekerasan terhadap perempuan dan terpenuhinya hak-hak anak,” tegasnya.

Program DRPA sendiri merupakan inisiatif pemerintah pusat. Program ini bersinergi dengan Desa Sejahtera (Destara), yang diinisiasi oleh Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Jateng. “Filosofinya sederhana,” jelas Taj Yasin, “sejahtera saja tidak cukup jika desa tidak ramah perempuan dan kurang peduli pada anak.”

Di Desa Tluwuk, pemberdayaan masyarakat menjadi fokus utama. Warga dilatih berbagai keterampilan sesuai potensi desa. Tujuannya adalah meningkatkan perekonomian keluarga. Selain itu, pemerintah desa didorong untuk menyelenggarakan tata kelola pemerintahan yang terencana, menyeluruh, dan berkelanjutan. Aspek keramahtamahan terhadap perempuan dan kepedulian terhadap anak juga menjadi prioritas. “Dengan demikian, warga memiliki kemampuan untuk mencegah kekerasan terhadap perempuan dan melindungi anak,” papar Taj Yasin.

Sementara itu, Ketua Umum BKOW Jateng, Nawal Arafah Yasin, menambahkan bahwa program Destara telah berjalan di beberapa kabupaten lain. Contohnya adalah Demak, Pemalang, dan Sragen. Akan tetapi, sinergi antara Destara dan DRPA belum banyak terwujud, kecuali di Pati. “Kami berharap Pati dapat memberikan hasil maksimal dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakatnya,” kata Nawal.

Nawal Arafah Yasin juga menekankan bahwa program ini diharapkan mampu berkontribusi signifikan dalam menurunkan angka kemiskinan di Jawa Tengah. Di saat yang sama, program ini diharapkan dapat menekan angka kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak secara efektif.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 170 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Taruhan Nyawa di Antara Gempa Subuh dan Sirine Tsunami

15 Agustus 2026 - 19:26 WIB

Cara Desa Wonorejo Malang Turunkan Stunting Lewat Konservasi Hutan

3 Agustus 2026 - 07:48 WIB

Dari Hutan ke Meja Makan: Cara Wonorejo Mengalahkan Stunting

Menghitung Detak Jantung Generasi: Cara Singosari Melawan Stunting

21 Juli 2026 - 21:03 WIB

Rakor Kader Pembangunan Manusia Kecamatan Singosari membahas percepatan penurunan stunting melalui e-HDW di Hall Room Desa Ardimulyo

Layanan Jiwa PDSKJI Sumbar Sasar Pelosok Nagari

20 Juli 2026 - 20:19 WIB

Digitalisasi Hati dari Desa: Gerakan Akar Rumput Sigap Melati

1 Juli 2026 - 19:58 WIB

Penanganan Stunting Desa Langlang melalui Rembuk Stunting

Korupsi SKTM RSUD Tulungagung Cederai Hak Sehat Warga Desa

26 Juni 2026 - 18:05 WIB

Trending di KESEHATAN