Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

EKBIS · 7 Feb 2026 17:31 WIB ·

Pasar Ratu Tunggal Ditata: Pedagang Masuk, Retribusi Digratiskan Sementara


					Pasar Ratu Tunggal Ditata: Pedagang Masuk, Retribusi Digratiskan Sementara Perbesar

Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung [DESA MERDEKA] Pemerintah Kota Pangkalpinang resmi memulai “operasi wajah baru” untuk Pasar Ratu Tunggal. Alih-alih menggunakan pendekatan penggusuran yang kaku, Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin (Prof. Udin), memilih strategi unik: mewajibkan pedagang masuk ke zonasi resmi namun memberikan “napas” berupa relaksasi atau keringanan biaya retribusi.

Langkah strategis ini terungkap saat Prof. Udin memimpin gotong royong akbar di area pasar, Sabtu (7/2/2026). Setelah berkeliling meninjau lapangan, Prof. Udin menilai kondisi pasar saat ini sangat semrawut akibat pedagang yang berjualan di luar area semestinya.

“Pasar ini besar, tapi belum tertata. Kita mulai dengan menertibkan pedagang sesuai zonasi. Ayam, ikan, dan daging harus menempati pos masing-masing. Namun, kita paham ekonomi belum pulih total, maka kita beri relaksasi biaya dulu agar mereka tidak terbebani saat pindah,” jelas Prof. Udin.

Robohkan Sekat, Buka Akses Ekonomi
Salah satu tindakan berani dalam penataan ini adalah rencana perobohan bangunan kosong di depan pasar ikan. Bangunan tersebut selama ini dianggap sebagai “tembok penghalang” yang menutupi aktivitas pedagang ikan dan mengganggu sirkulasi pembeli.

Meskipun bangunan itu milik Pemerintah Provinsi, lahannya telah diserahkan kembali ke Pemkot Pangkalpinang. “Bangunan yang menutup akses itu akan kita robohkan. Begitu rata, tidak ada alasan lagi, semua pedagang ikan wajib masuk ke dalam area pasar,” tegas Wali Kota.

Survei Jalan Senin, Aspal Segera Menyusul
Tak hanya bicara soal ketertiban, Pemkot Pangkalpinang juga merespons keluhan infrastruktur secara instan. Menanggapi keluhan jalan rusak yang menghambat mobilitas pasar, Prof. Udin langsung menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk bergerak cepat.

“Senin besok saya minta PU langsung survei lokasi. Kita akan segera lakukan pengaspalan agar aktivitas jual beli lebih nyaman,” tambahnya.

Melalui kombinasi penertiban zonasi, pembersihan bangunan kumuh, dan perbaikan infrastruktur jalan, Pasar Ratu Tunggal diproyeksikan menjadi ikon belanja yang bersih dan modern di Pangkalpinang tanpa harus mematikan ekonomi pedagang kecil.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 53 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Bukan Cuma Berburu Turis, Ini Wajah Baru Pariwisata Masa Depan!

31 Mei 2026 - 01:38 WIB

Internet Rakyat: Senjata Baru BUMDesa Sragen Mandiri Digital

30 Mei 2026 - 18:42 WIB

Perangkat Internet Rakyat di Acara GAS 2026

Samsat Budiman: BUMDesa Gesit Amankan Pajak Desa

30 Mei 2026 - 12:22 WIB

Pelayanan Pembayaran Pajak Kendaraan Samsat Budiman

Strategi GAS Sragen 2026 Dongkrak Pendapatan Daerah

29 Mei 2026 - 16:44 WIB

Government Auto Show 2026 di Gedung Sasana Manggala Sukowati Sragen

Hilirisasi Pinang Lima Puluh Kota Menembus Pasar Ekspor

29 Mei 2026 - 10:45 WIB

Dampak Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Desa: Benarkah Sawah Terancam?

24 Mei 2026 - 15:07 WIB

Trending di EKBIS