Balangan, Kalimantan Selatan [DESA MERDEKA] – Siapa sangka, merawat tradisi lama ternyata bisa menjadi kunci kemakmuran ekonomi modern. Strategi inilah yang mengantarkan Desa Balida, Kecamatan Halong, menyabet gelar terbaik dalam ajang Bina Desa Award Kabupaten Balangan 2025. Melalui ikon “Pasar Budaya Rancah Mampulang”, desa ini membuktikan bahwa budaya bukan sekadar tontonan, melainkan aset ekonomi yang sangat bernilai.
Program bertajuk “Merawat Budaya Membangun Desa” ini berhasil mengalahkan pesaingnya karena dianggap paling efektif dalam mengawinkan pelestarian seni dengan pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kepala Desa Balida, Sahridin, mengungkapkan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi masif yang melibatkan seniman, pengrajin, hingga Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).
Keterlibatan Warga yang Fantastis
Keunikan Desa Balida terletak pada partisipasi publiknya. Bayangkan, sebanyak 50 persen warga desa terlibat langsung dalam ekosistem Rancah Mampulang. Angka keterlibatan yang tinggi ini jarang ditemukan di desa lain dan menjadi bukti bahwa program Bina Desa yang didukung oleh Corporate Social Responsibility (CSR) PT Adaro Indonesia selama lima tahun terakhir benar-benar menyentuh akar rumput.
“Dampaknya nyata bagi ekonomi warga. Kami tidak berhenti di sini. Selanjutnya, kami akan menyulap lahan terbengkalai di sepanjang sungai menjadi destinasi edukatif bernama Ekoriparian Nungkaran,” ujar Sahridin di Paringin, Jumat. Saat ini, 2.600 pohon telah ditanam untuk menghidupkan kembali jalur susur sungai tersebut.
Panggung Inovasi Desa Balangan
Bina Desa Award 2025 bukan sekadar ajang bagi-bagi piala. Menurut CSR Section Head PT Adaro Indonesia, Yuri Budhi Sujalmi, ajang ini memberikan perspektif baru bagi pihak swasta. Keberanian 16 desa dalam mempresentasikan ide kreatif menunjukkan bahwa potensi desa di Balangan sangat besar jika diberi panggung yang tepat.
Dalam kompetisi perdana ini, Desa Buntu Karau menyusul di posisi kedua, sementara peringkat ketiga ditempati oleh Desa Paringin Kota. Kegiatan yang direncanakan menjadi agenda rutin dua tahunan ini diharapkan mampu mendorong penguatan ekonomi lokal secara mandiri.
Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Balangan, Rahmadi Yusni, menegaskan bahwa inovasi desa adalah fondasi kekuatan nasional. Menurutnya, keberhasilan Balida mengolah budaya menjadi daya tarik wisata harus menjadi contoh bagi desa lain untuk mulai melirik potensi lokal mereka sendiri—baik itu di sektor pertanian, pendidikan, maupun kesehatan.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.