Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

PEMERINTAHAN · 15 Mar 2025 10:36 WIB ·

Pasar Baru Program Gizi Prabowo: 700 Ayam per Desa


					<em>Kepala BGN Dadan Hindayana mengungkapkan setiap desa membutuhkan setidaknya 700 ekor ayam per minggu untuk mendukung program makan bergizi gratis (MBG). (Image courtesy : CNN Indonesia).</em>
Perbesar

Kepala BGN Dadan Hindayana mengungkapkan setiap desa membutuhkan setidaknya 700 ekor ayam per minggu untuk mendukung program makan bergizi gratis (MBG). (Image courtesy : CNN Indonesia).

Program Makan Bergizi Gratis Prabowo Ciptakan Pasar Raksasa, Desa Butuh Ratusan Ayam per Minggu

Jakarta [DESA MERDEKA] Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh Presiden terpilih, Prabowo Subianto, diprediksi akan menciptakan pasar baru (new emerging market) yang masif dan signifikan bagi sektor pangan nasional. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa implementasi program ini membutuhkan pasokan pangan dalam jumlah luar biasa, di mana setiap desa memerlukan setidaknya 700 ekor ayam per minggu.

Kebutuhan fantastis tersebut dihitung berdasarkan kapasitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang akan dibangun di berbagai daerah. “Satu SPPG dirancang untuk melayani sekitar 3.000 penerima manfaat. Dalam satu hari, dibutuhkan 200 kg beras dan 350 kg ayam. Jika dimasak dua kali seminggu, maka total kebutuhan ayam mencapai 700 ekor,” ujar Dadan di Jakarta, Jumat (14/3).

Program MBG menargetkan total 82,9 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. Selain daging ayam, program ini juga membutuhkan hingga 82,9 juta butir telur per hari, atau setara dengan 5 juta ton per hari, untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat yang menjadi sasaran.

Serap Surplus Pangan Nasional
Dadan memastikan bahwa pasokan pangan untuk memenuhi kebutuhan pasar raksasa ini tersedia. Saat ini, Indonesia tercatat mengalami surplus produksi pangan. Data menunjukkan adanya kelebihan produksi hingga 200 ribu ton telur dan 600 ribu ton daging ayam secara nasional.

“Surplus produksi ini akan sepenuhnya diserap oleh program MBG dan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Ini adalah solusi dua arah: meningkatkan gizi sekaligus menstabilkan harga dan menyerap hasil produksi petani,” jelas Dadan.

Untuk mendukung sistem distribusi yang terstruktur, Pemerintah berencana membangun total 30.000 SPPG di seluruh Tanah Air. Saat ini, 726 satuan telah beroperasi dan melayani 2,2 juta orang. Dalam waktu dekat, jumlahnya akan ditingkatkan menjadi 1.100 satuan, yang mampu melayani 3 juta penerima manfaat.

BUMDes dan Koperasi Didorong Jadi Agregator
Selain ayam dan telur, setiap SPPG juga memerlukan sekitar 300 kg sayuran per hari. Oleh karena itu, Dadan Hindayana secara tegas mendorong peran aktif koperasi dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk terlibat sebagai agregator guna memastikan pasokan pangan yang stabil dan berkelanjutan.

Ia menyarankan para petani untuk meninggalkan sistem tanam individual dan beralih ke sistem agrikultur yang terkoordinasi dan terintegrasi. “Petani tidak mungkin menanam sendirian. Perlu ada kerja sama dan agregasi yang dikoordinasikan oleh koperasi, BUMDes, atau pengusaha lokal agar produktivitas daerah meningkat dan mampu memasok kebutuhan SPPG secara terjamin,” tegasnya, menyoroti pentingnya rantai pasok lokal dalam menyukseskan program gizi nasional ini.

Dengan menciptakan kebutuhan pasar yang pasti, program MBG tidak hanya berfokus pada kesehatan masyarakat tetapi juga menjadi mesin penggerak ekonomi baru di tingkat desa dan daerah.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 561 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Retret Akmil: Gembleng Pimpinan DPRD Demi Pembangunan Desa Efektif

20 April 2026 - 08:36 WIB

Lilin Desa: Visi Hatta Lewat Jutaan Bibit Kelapa

4 April 2026 - 19:39 WIB

Cair Serentak: Strategi Amankan Rp900 Ribu dari Dana Desa

16 Maret 2026 - 06:34 WIB

Jalan Tol Hasil Bumi: Ambisi Mendes Yandri untuk Yahukimo

11 Maret 2026 - 21:03 WIB

Duet Kemendes-BAPPISUS: Perkuat Daya Gedor Ekonomi Desa

11 Maret 2026 - 04:55 WIB

Kedaulatan Data Jadi Kunci Pembangunan Tepat Sasaran

6 Maret 2026 - 21:21 WIB

Trending di PEMERINTAHAN