Sumberejo, Jember [DESA MERDEKA] – Pemerintah Desa Sumberejo menggelar parade pegon atau cikar, sebuah tradisi turun-temurun yang selalu dinantikan masyarakat setempat. Iring-iringan puluhan hingga ratusan pegon memulai perjalanan dari kantor balai desa Sumberejo dan berakhir di garis finis yang berlokasi di Pantai Watu Ulo, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember.
Kegiatan unik ini dilaksanakan setiap tahun pada hari ketujuh setelah Hari Raya Idulfitri, yang dikenal juga dengan sebutan Kupatan atau Lebaran Ketupat. Pegon, atau cikar, merupakan istilah lokal untuk gerobak yang ditarik oleh sapi, yang dulunya umum digunakan untuk mengangkut material seperti pasir, batu, maupun hasil pertanian.
Parade ini menjadi representasi budaya sekaligus unjuk eksistensi alat transportasi tradisional di tengah dominasi kendaraan bermotor modern. Kehadirannya menjadi pengingat akan kekayaan warisan budaya yang perlu dilestarikan.
Setiap tahunnya, acara ini berhasil menarik partisipasi puluhan bahkan ratusan pemilik pegon. Kemeriahan acara semakin bertambah dengan adanya pembagian hadiah (door prize) bagi para peserta yang telah mencapai garis finis di area Pantai Watu Ulo.
Sebelum pengundian hadiah dilaksanakan, para peserta bersama-sama mengikuti doa bersama. Secara sukarela, masing-masing pemilik pegon membawa sedekah berupa hasil bumi dan lauk-pauk. Tradisi ini merupakan wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas limpahan hasil bumi dan keberkahan yang telah diberikan.
Setelah doa selesai, acara dilanjutkan dengan pengundian berbagai hadiah menarik. Rangkaian acara parade pegon ini dimulai sejak pukul 06.00 WIB hingga selesai.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Desa Sumberejo, Kapolsek Ambulu beserta jajaran anggota, Komandan Rayon Militer (Danramil) Ambulu beserta anggota, Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Desa Sumberejo, serta seluruh kepala dusun di wilayah Desa Sumberejo.
Diharapkan, tradisi parade pegon ini dapat terus lestari dan menjadi daya tarik wisata budaya yang unik di era perkembangan zaman yang semakin pesat.
Redaksi Desa Merdeka
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.