Sumedang [DESA MERDEKA] – Program ketahanan pangan di Desa Cibeusi, Kecamatan Jatinangor, Sumedang, menunjukkan hasil nyata. Ribuan benih ikan nila yang ditebar di kolam buatan kini siap panen, membawa harapan baru bagi kemandirian pangan dan peningkatan ekonomi lokal. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat dalam mewujudkan swasembada pangan di tingkat desa.
Bertempat di Dusun Sukajadi, tepatnya RT 05 RW 03, sebanyak 1.200 ekor ikan nila jenis kekar telah ditebar di setiap kolam berdiameter 4 meter kubik. Enam kolam yang dikelola secara langsung oleh warga ini menjadi bukti konkret sinergi antara pemerintah desa dan masyarakat. Dengan estimasi panen rata-rata empat ekor per kilogram, ikan nila dari kolam ini diperkirakan dapat dijual dengan harga Rp35.000 hingga Rp38.000 per kilogram.
H. Yayat, salah satu pengelola kolam nila, mengungkapkan optimisme terhadap potensi keuntungan dari program ini. “Jika dikalkulasikan per kolam itu ada 1.200 ekor, dibagi empat ekor per kilogram, maka total ada 300 kilogram. Jika harga per kilogram Rp38.000, maka sekali panen satu kolam bisa menghasilkan Rp11.400.000,” jelas H. Yayat kepada wartawan pada Jumat (6/6). Ia menambahkan bahwa pembeli, khususnya restoran, sudah menyatakan minat untuk membeli hasil panen ini. Kolam-kolam ini dikelola bersama oleh H. Yayat, Kepala Dusun 2 Asep Kurnia, dan Mamad.
Kepala Desa Cibeusi, H. Jajang, menjelaskan bahwa program budidaya ikan nila memiliki tujuan ganda. “Selain menjadi bahan makanan bagi warga kurang mampu dan anak-anak stunting, hasil jual beli ikan ini juga ditujukan untuk pemberdayaan masyarakat sekitar,” tuturnya. Ia menegaskan, program ini tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga sebagai langkah strategis dalam pengentasan gizi buruk di desa. Sebagian hasil panen nantinya akan didistribusikan kepada anak-anak stunting dan ibu hamil di Desa Cibeusi.
Lebih lanjut, H. Jajang menyampaikan komitmennya untuk keberlanjutan program. “Sisa hasil penjualan akan digunakan untuk membeli bibit ikan baru agar program ini bisa terus berkelanjutan,” imbuhnya. Melalui langkah konkret ini, Desa Cibeusi berharap dapat mewujudkan ketahanan pangan yang mandiri, meningkatkan gizi masyarakat, dan secara simultan mendongkrak taraf hidup warga setempat. Program ini menjadi model keberhasilan pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal secara optimal.
Redaksi Desa Merdeka

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.