Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – – Menjelang purna tugas pada 20 Februari 2025, Wakil Gubernur Sumatera Barat, Audy Joinaldy, meninggalkan pesan kuat bagi birokrasi di Ranah Minang. Dalam momen perpisahan yang emosional di Halaman Kantor Gubernur Sumbar, Senin (17/2/2025), Audy menegaskan bahwa pergantian pemimpin hanyalah siklus rutin, namun pelayanan kepada masyarakat adalah pengabdian yang abadi.
Audy mengingatkan seluruh ASN, tenaga honorer, hingga kontrak bahwa eksistensi pemerintah dibiayai oleh keringat rakyat melalui pajak. Oleh karena itu, keramahan dan profesionalisme dalam melayani bukan sekadar kewajiban, melainkan tanggung jawab moral atas kepercayaan masyarakat.
“Kita harus sadar bahwa segala urusan pemerintahan ini dibiayai oleh pajak dari masyarakat. Loyalitas tertinggi Anda bukan kepada atasan, melainkan kepada rakyat,” tegas Audy di hadapan ratusan pegawai Pemprov Sumbar.
Sumbar Makmur, Tapi Jangan Jalan di Tempat
Di sela-sela pamitannya, Audy memaparkan catatan optimis mengenai kondisi ekonomi Sumatera Barat. Menurutnya, Sumbar saat ini berada di jalur kemakmuran dengan pertumbuhan ekonomi yang stabil dan angka kemiskinan yang terus menurun.
Namun, ia memberikan peringatan out of the box agar birokrasi tidak terjebak dalam zona nyaman. Audy menekankan pentingnya pembangunan berkelanjutan agar Sumbar tidak tertinggal oleh akselerasi provinsi lain. Ia meminta seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk terus melakukan koreksi mandiri terhadap kebijakan yang belum tepat.
Warisan Kolaborasi Empat Tahun
Selama empat tahun mendampingi Gubernur Mahyeldi, Audy mengapresiasi kerja keras tim di balik layar yang telah meringankan beban tugasnya. Baginya, jajaran pegawai Pemprov Sumbar adalah orang-orang pilihan yang ditakdirkan untuk membawa perubahan hingga ke tingkat nagari.
Meski masa jabatannya segera berakhir, pengusaha muda ini berkomitmen untuk tetap berkontribusi bagi kemajuan Sumatera Barat melalui kapasitas lain. Apel rutin tersebut ditutup dengan prosesi bersalam-salaman dan saling memaafkan, menandai berakhirnya era kepemimpinan Audy di kursi wakil gubernur dengan kepala tegak dan semangat yang tetap menyala.

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.