Wonogiri [DESA MERDEKA] – Semarak persaingan sehat mewarnai Desa Ngadipiro, Wonogiri. Sebanyak enam tim bola voli putra, yang mewakili sembilan dusun di wilayah tersebut, turut serta dalam turnamen bola voli bergengsi, Ngadipiro Cup 3 tahun 2023. Turnamen ini digelar di lapangan bola voli Dusun Kamplong, Desa Ngadipiro, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri.
Penjabat (Pj) Kepala Desa Ngadipiro, Giyarno, menyampaikan harapannya terkait turnamen ini. “Saya berharap turnamen ini dapat mempererat tali persaudaraan,” ujarnya. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya turnamen dalam memupuk rasa persatuan dan kesatuan antar-peserta, khususnya bagi seluruh masyarakat Desa Ngadipiro.
Giyarno juga menambahkan bahwa turnamen ini diharapkan mampu mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam meraih prestasi di bidang olahraga. Tak kalah penting, turnamen ini juga bertujuan meningkatkan pembinaan prestasi olahraga. Dengan demikian, turnamen ini dapat menjadi wadah yang baik untuk menjalin sinergitas, sehingga prestasi olahraga di desa dapat semakin meningkat.
“Saya optimis,” ucap Giyarno penuh semangat. “Dengan memberikan ruang untuk berkompetisi dan menciptakan iklim kompetisi yang sehat, akan muncul banyak talenta olahraga, terutama di cabang bola voli, yang akan mengharumkan nama Desa Ngadipiro.”

Acara pembukaan turnamen ini diresmikan langsung oleh Camat Nguntoronadi, Endirjo Rahardjo, S.Sos., M.M. Setelah peresmian, pertandingan seru langsung tersaji antara tim perwakilan Dusun Dungwot melawan tim Dusun Pakel. Dalam pertandingan tersebut, tim Dusun Dungwot berhasil mengungguli tim Dusun Pakel dengan skor telak dua set langsung, yaitu 25-17 dan 25-12.
Olahraga, menurut Giyarno, merupakan arena yang tepat untuk mengasah bakat-bakat muda. Selain itu, olahraga juga menjadi wadah penyaluran kreativitas dan mengarahkan semangat jiwa muda untuk aktif bergerak. Harapannya, kegiatan ini dapat melahirkan pemain-pemain bola voli yang andal dan tentunya sehat di wilayah Nguntoronadi.
“Menang atau kalah adalah hal biasa,” pungkas Giyarno bijak. “Mengakui kemenangan lawan dan menerima kekalahan sendiri, itulah esensi dari sportivitas.”


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.