Menu

Mode Gelap
Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi Bukan Seremoni, Desa Kambuno Rayakan Hari Desa dengan Aksi

JALAN JAJAN · 30 Sep 2024 21:06 WIB ·

Nasib Pilu Desa Wisata Bojonegoro: Dari Ramai Pengunjung Kini Terbengkalai


					<em>Tumbuhan liar banyak ditemui di Kawasan Wisata Negeri Atas Angin di Desa Deling, Kecamatan Sekar karena tidak terurus. (Image courtesy: RADAR BOJONEGORO)</em> Perbesar

Tumbuhan liar banyak ditemui di Kawasan Wisata Negeri Atas Angin di Desa Deling, Kecamatan Sekar karena tidak terurus. (Image courtesy: RADAR BOJONEGORO)

Bojonegoro [DESA MERDEKA] – Dulu pernah menjadi primadona, kini nasib puluhan desa wisata di Bojonegoro memprihatinkan. Setelah sempat mengalami peningkatan jumlah pada tahun 2017-2018 dan 2022, kini banyak di antaranya yang terbengkalai dan sepi pengunjung.

Beberapa destinasi wisata yang dulunya ramai, seperti Wisata Tirta Arum, Bukit Tono, Waduk Grobogan, dan Air Terjun Kedung Maor, kini kondisinya memprihatinkan. Fasilitas yang rusak, akses yang sulit, dan minimnya perawatan menjadi penyebab utama penurunan minat wisatawan.

Faktor Penyebab
  • Pandemi COVID-19: Pandemi telah memberikan pukulan telak bagi sektor pariwisata, termasuk desa wisata. Penurunan jumlah pengunjung secara drastis membuat pengelola kesulitan mempertahankan keberadaan destinasi wisata mereka.
  • Kurangnya Perawatan: Setelah pandemi, banyak desa wisata yang kesulitan untuk bangkit kembali. Kurangnya anggaran dan perhatian dari pemerintah serta masyarakat membuat fasilitas yang ada semakin rusak dan tidak terawat.
  • Kurangnya Inovasi: Minimnya inovasi dan pengembangan produk wisata juga menjadi salah satu faktor penyebab. Wisatawan membutuhkan pengalaman baru dan menarik, namun banyak desa wisata yang masih mengandalkan konsep yang sama.
Dampak Negatif

Terbengkalainya desa wisata tidak hanya berdampak pada perekonomian masyarakat sekitar, tetapi juga berdampak pada potensi pariwisata Kabupaten Bojonegoro secara keseluruhan. Beberapa dampak negatif yang ditimbulkan antara lain:

  • Penurunan Pendapatan Masyarakat: Masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari sektor pariwisata mengalami penurunan pendapatan.
  • Kerusakan Lingkungan: Minimnya perawatan dapat menyebabkan kerusakan lingkungan di sekitar area wisata.
  • Hilangnya Potensi Wisata: Jika tidak segera ditangani, potensi wisata yang dimiliki Bojonegoro akan semakin terkikis.
Upaya Penyelamatan

Beberapa pihak telah berupaya untuk menyelamatkan desa wisata yang terbengkalai. Namun, upaya tersebut masih belum optimal. Pemerintah daerah, masyarakat, dan pelaku pariwisata perlu bekerja sama untuk mencari solusi jangka panjang. Beberapa upaya yang dapat dilakukan antara lain:

  • Meningkatkan Promosi: Melakukan promosi yang lebih gencar untuk menarik minat wisatawan.
  • Memperbaiki Infrastruktur: Memperbaiki fasilitas dan infrastruktur yang rusak.
  • Membentuk Kelompok Sadar Wisata yang Aktif: Membentuk kelompok sadar wisata yang aktif dan memiliki kemampuan pengelolaan yang baik.
  • Memberikan Pelatihan: Memberikan pelatihan kepada pengelola desa wisata tentang pengelolaan pariwisata yang berkelanjutan.
  • Kolaborasi dengan Pemerintah: Pemerintah daerah perlu memberikan dukungan penuh dalam pengembangan desa wisata, baik dalam bentuk anggaran maupun kebijakan.

Nasib desa wisata di Bojonegoro perlu menjadi perhatian serius. Dengan upaya bersama, diharapkan desa wisata di Bojonegoro dapat bangkit kembali dan menjadi destinasi wisata yang menarik bagi wisatawan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 302 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Toba 2027: Wisata Rohani 100 Miliar dan Transformasi Desa

7 Maret 2026 - 22:50 WIB

Harangan Girsang: Oase Autentik Simalungun Penenang Jiwa Wisatawan

7 Maret 2026 - 18:52 WIB

Gadih Ranti: Menjemput Syahdu di Lorong Hijau Agam

7 Maret 2026 - 10:13 WIB

Di Deras Arus Langkuik Tamiang, Kita Belajar Menjadi Kecil

21 Februari 2026 - 12:07 WIB

Sawah Viral Sei Bejangkar: Magnet Ekonomi Baru Kabupaten Batu Bara

17 Februari 2026 - 23:57 WIB

Seni Bukan Sekadar Gerak: Sanggar Kemrincing Bangun Karakter Anak

6 Februari 2026 - 12:05 WIB

Trending di JALAN JAJAN