Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Sejarah Indonesia sering kali hanya menonjolkan dwitunggal Soekarno-Hatta, namun ada satu nama yang perannya sangat krusial dalam menyelamatkan eksistensi Republik: Mr. Assaat Datuak Mudo. Kini, Ikatan Keluarga Banuhampu (IKB) Pekanbaru secara resmi mengusulkan putra asli Agam ini sebagai Pahlawan Nasional, sebuah langkah yang mendapat dukungan penuh dari Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah.
Dukungan tersebut ditegaskan Mahyeldi di Istana Gubernuran, Rabu (21/1/2026). Menurutnya, Mr. Assaat bukan sekadar tokoh Minangkabau biasa, melainkan pemegang tonggak kepemimpinan tertinggi saat Indonesia berada di persimpangan jalan pasca Agresi Militer Belanda II.
“Beliau adalah tokoh strategis yang menjaga keberlangsungan Republik Indonesia. Mr. Assaat menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia Sementara pada masa Republik Indonesia Serikat (RIS),” ungkap Mahyeldi.
Menambal Mata Rantai Sejarah yang Hilang
Sudut pandang “Presiden yang Terlupakan” menjadi motor penggerak usulan ini. Ketua IKB Pekanbaru, Muhammad Hamdi, menekankan bahwa tanpa kepemimpinan Mr. Assaat pada 27 Desember 1949 hingga 15 Agustus 1950, Indonesia bisa saja jatuh kembali ke tangan penjajah akibat kekosongan kekuasaan saat Bung Karno dan Bung Hatta ditahan.
Meskipun namanya jarang menghiasi buku teks sejarah sekolah, peran Mr. Assaat sebagai penopang utama kedaulatan di Yogyakarta adalah fakta yang tak terbantahkan. Tak hanya di bidang politik, tokoh kelahiran Banuhampu, 18 September 1904 ini juga merupakan salah satu arsitek di balik berdirinya Universitas Gadjah Mada (UGM).
Tradisi Intelektual dan Perjuangan Minang
Gubernur Mahyeldi menambahkan bahwa pengusulan ini memperkuat posisi Sumatera Barat sebagai “pabrik” pahlawan nasional. Deretan nama seperti Mohammad Hatta, Sutan Syahrir, hingga Rasuna Said membuktikan bahwa tradisi intelektual dan semangat kebangsaan masyarakat Minangkabau sangatlah kuat.
“Pemerintah Provinsi Sumbar berkomitmen mengawal pengusulan ini hingga tingkat pusat. Ini adalah bentuk integritas kita dalam menghargai pejuang daerah,” tegasnya.
Sebagai langkah nyata, IKB Pekanbaru telah membentuk panitia khusus untuk menyusun biografi resmi dan melengkapi persyaratan administrasi. Mereka bahkan telah melakukan audiensi dengan Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, guna memastikan jasa Mr. Assaat Datuak Mudo mendapat pengakuan resmi yang sudah semestinya ia terima sejak lama.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.