Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

JALAN JAJAN · 5 Jul 2025 20:20 WIB ·

Motor Matic Nekat ke Bromo: Kepala Desa Siap Bertindak!


					Kepala Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Sunaryono Perbesar

Kepala Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Sunaryono

Probolinggo, Jawa Timur [DESA MERDEKA] Angka kecelakaan yang melibatkan wisatawan pengguna motor matic di kawasan Gunung Bromo memicu kemarahan Kepala Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Sunaryono. Ia mengancam akan mengerahkan warga secara besar-besaran untuk menghentikan praktik berbahaya ini mulai Sabtu (5/7/2025).

Kegeraman warga desa memuncak akibat seringnya insiden kecelakaan di jalur menuju Bromo yang melibatkan sepeda motor matic. “Motor matic sering mengalami rem blong dan menyebabkan kecelakaan. Sudah sering kami laporkan, tapi belum ada tindakan nyata,” ujar Sunaryono, dilansir dari Kompas.com pada Jumat (4/7/2025). Ia menambahkan, dalam dua hari terakhir saja, sudah terjadi tiga kecelakaan motor matic.

Warga sangat berharap adanya tindakan tegas dari aparat dan pengelola destinasi wisata agar kecelakaan serupa tidak terus berulang. Sunaryono menegaskan, warga akan melakukan penghalauan wisatawan motor matic secara masif demi kebaikan bersama dan keamanan.

Selama ini, menurut Sunaryono, pihak berwenang seperti Satlantas Polres Probolinggo, Disporapar Kabupaten Probolinggo, Dishub Kabupaten Probolinggo, dan TNBTS (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru) belum menunjukkan langkah konkret untuk menertibkan wisatawan yang memaksakan diri naik motor matic ke Bromo. Pemasangan imbauan melalui spanduk dan banner dinilai tidak efektif.

Sejumlah pihak berwenang juga mengakui kesulitan dalam mengatasi permasalahan ini karena belum ada aturan tegas dari pemerintah pusat maupun daerah. Sunaryono menekankan bahwa banyak pengendara dan wisatawan motor matic yang tetap nekat naik, meskipun risiko bahaya dan kecelakaan sering terjadi. Laporan terkait insiden kecelakaan motor matic yang disampaikannya selama ini juga tidak digubris.

Jika aksi penghalauan wisatawan motor matic ini dipersoalkan, Sunaryono siap menempuh jalur hukum melalui Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). “Kalau tidak ada tindakan, kami akan lakukan penghalauan secara besar-besaran. Kalau sampai ada yang mempersoalkan, saya siap menempuh jalur hukum, melalui PTUN,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, rencana penghalauan dan aksi warga masih dalam persiapan. Warga dan aparat desa berharap langkah ini dapat mengurangi kecelakaan, sekaligus menjaga keselamatan wisatawan dan masyarakat sekitar. Kecelakaan terbaru yang melibatkan pengendara motor matic kembali terjadi di jalur Bromo pada Kamis (3/7/2025) siang di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 96 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Nagari Anduriang Siap Jadi Destinasi Wisata Halal Unggulan

15 Juni 2026 - 08:54 WIB

Pasar Kampung Samiler: Branding Unik Desa Wisata Wonosunyo

15 Juni 2026 - 07:42 WIB

Satu Abad Jam Gadang, Momen Kebangkitan Wisata Minang

30 Mei 2026 - 05:43 WIB

Paket Wisata Hotel Mewah Wajib Gandeng Desa Wisata

17 Mei 2026 - 21:31 WIB

Mentawai: Menata Surga Dunia Agar Desa Tak Terpinggirkan

13 Mei 2026 - 09:40 WIB

Terobosan Guru MGMP IPS: Ubah Benteng Tua Jadi Ruang Kelas

2 Mei 2026 - 08:19 WIB

Trending di JALAN JAJAN