Kebumen, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Di tengah gempuran tren hiburan modern, Desa Bulurejo, Kecamatan Ayah, membuktikan bahwa adat “patungan” atau swadaya masih menjadi senjata ampuh untuk menjaga eksistensi budaya. Tanpa bergantung sepenuhnya pada APBDes, ribuan warga dari 14 RT berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp55 juta untuk menggelar tradisi Sadranan dengan pementasan wayang kulit semalam suntuk, Sabtu malam (24/1/2026).
Pementasan yang menghadirkan dalang Ki Eko Suwaryo Sekarbima dengan lakon “Kikis Tunggul Rono” ini bukan sekadar hiburan. Bagi warga perbatasan Kebumen ini, pementasan tersebut adalah simbol kedaulatan budaya dan doa bersama untuk keberkahan desa.
“Ini bukti semangat kebersamaan warga Bulurejo. Dana Rp55 juta terkumpul murni dari donasi masyarakat. Kami juga melakukan ziarah leluhur sebagai bagian dari rangkaian spiritual acara ini,” ujar Kepala Desa Bulurejo, Ali Imron.
Kado Perbaikan Jalan dari Bupati
Kekompakan warga tersebut mendapat apresiasi langsung dari Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, yang hadir dalam kunjungan perdananya ke desa tersebut. Sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap antusiasme warga, Bupati membawa “kado” berupa rencana perbaikan infrastruktur jalan strategis di wilayah Kecamatan Ayah.
Bupati Lilis memaparkan lima ruas jalan yang masuk dalam prioritas perbaikan tahun ini, yaitu:
- Ruas Bumiagung – Demangsari
- Ruas Demangsari – Boyowulung
- Ruas Kalibangkang – Argosari
- Ruas Rogodono – Pringtutul
“Infrastruktur jalan adalah prioritas karena menjadi urat nadi mobilitas warga dan pengungkit potensi desa,” tegas Bupati di hadapan ribuan penonton.

Tradisi yang Menghidupkan Suasana
Acara tidak hanya kaku pada pementasan wayang. Suasana menjadi cair saat Bupati menggelar kuis interaktif berhadiah sepeda dan uang tunai. Warga ditantang menjawab pertanyaan seputar potensi wisata lokal hingga struktur pemerintahan desa, yang dijawab dengan antusias oleh masyarakat dari berbagai lapisan usia.
Kehadiran jajaran Forkopimcam, tokoh masyarakat, hingga pimpinan Disparbud serta Disdikpora Kebumen mempertegas bahwa sinergi antara tradisi Sadranan dan kebijakan pembangunan jalan merupakan kolaborasi ideal dalam memajukan wilayah perbatasan.
Redaksi Desa Merdeka

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.