Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

RAGAM · 2 Nov 2026 09:18 WIB ·

Minang Geopark Run Diikuti 5.000 Peserta, Sumbar Manfaatkan Event Olahraga untuk Promosi Wisata


					Minang Geopark Run Diikuti 5.000 Peserta, Sumbar Manfaatkan Event Olahraga untuk Promosi Wisata Perbesar

Bukittinggi,Sumatera Barat ( DESA MERDEKA)— Kehadiran sekitar 5.000 peserta Minang Geopark Run ke-7 Tahun 2026 menjadi momentum bagi Sumatera Barat (Sumbar) untuk memperkenalkan kekayaan alam, budaya, dan kulinernya kepada masyarakat dari berbagai daerah. Ajang olahraga tersebut dinilai memiliki potensi besar sebagai sarana promosi pariwisata sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi daerah.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah mengajak seluruh peserta yang datang dari berbagai wilayah untuk tidak hanya mengikuti kegiatan Minang Geopark Run , tetapi juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengenal lebih dekat potensi wisata dan kuliner di Sumbar.

Ajakan itu disampaikan Mahyeldi saat menghadiri kegiatan Minang Geopark Run ke-7 di pelataran Jam Gadang, depan Istana Bung Hatta, Kota Bukittinggi, Minggu (1/11/2026). Kegiatan tersebut diikuti sekitar 5.000 peserta, tidak hanya dari berbagai kabupaten dan kota di Sumbar, tetapi juga dari provinsi tetangga seperti Riau, Sumatera Utara, dan Jambi. Turut hadir Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya.

Menurut Mahyeldi, kegiatan olahraga yang menghadirkan peserta lintas daerah seperti Minang Geopark Run memiliki nilai lebih karena sekaligus menjadi ruang promosi potensi daerah. Para peserta dapat mengenal langsung keindahan alam, kekayaan budaya, serta berbagai keunikan yang dimiliki Sumbar.

“Manfaatkan kesempatan berada di Sumatera Barat ini untuk menikmati keindahan alamnya, mencicipi kuliner khas Minangkabau, mengenal budayanya, dan mengunjungi berbagai destinasi wisata yang kita miliki. Sumbar punya banyak potensi yang patut untuk dijelajahi,” ajak Mahyeldi.

Ia menjelaskan, pengembangan geopark di berbagai daerah Indonesia menunjukkan besarnya kekayaan geologi, alam, dan budaya yang dimiliki Nusantara. Sumbar menjadi salah satu daerah yang memiliki potensi tersebut dan perlu terus diperkenalkan melalui berbagai kegiatan kreatif yang mampu menarik kunjungan masyarakat.

Mahyeldi berharap Minang Geopark Run dapat terus diselenggarakan dengan menghadirkan inovasi dan pengalaman baru setiap tahunnya. Selain meningkatkan daya tarik kegiatan, pembaruan tersebut diharapkan dapat memperluas pengenalan destinasi wisata Sumbar kepada para peserta.

“Semoga pada tahun 2027 mendatang, Minang Geopark Run ke-8 dapat kembali diselenggarakan dengan lebih meriah, menghadirkan hal-hal baru, destinasi baru, serta kawasan-kawasan baru yang dapat diperkenalkan kepada para peserta,” harapnya.

Pemprov Sumbar menyambut baik penyelenggaraan kegiatan tersebut karena sejalan dengan upaya memperluas promosi pariwisata melalui kegiatan berbasis olahraga. Semakin banyak peserta yang datang, semakin besar pula kesempatan bagi berbagai potensi daerah, termasuk kuliner, akomodasi, transportasi, dan produk ekonomi kreatif, untuk dikenal dan dimanfaatkan.

Melalui Minang Geopark Run, Sumbar tidak hanya menawarkan pengalaman berolahraga, tetapi juga mengajak masyarakat luas untuk datang, menjelajahi, dan merasakan langsung kekayaan alam serta budaya Ranah Minang. ( H)

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Sumpah Pemuda di Obi: Konsolidasi 200 Armada Lokal Melawan Ketimpangan Logistik Desa

29 Oktober 2026 - 12:59 WIB

Menantang Ombak Pesisir Domas Lewat Racikan Probiotik Kampus

22 Oktober 2026 - 15:48 WIB

Gadai Bawah Tangan: Benturan Transaksi Informal dengan Hukum Formal

21 Oktober 2026 - 18:50 WIB

Tragedi Desa Sugi: Trauma Mafia Tanah dan Apatisme Nelayan Mangrove

12 Oktober 2026 - 21:28 WIB

Pasir Pantai Merah Putih Obi Dikeruk Ilegal, APH dan Pemda Didesak Bertindak

3 Oktober 2026 - 10:31 WIB

Bertahan di Ruas Kaputusan: Nestapa dan Resiliensi Warga

29 September 2026 - 16:06 WIB

Trending di RAGAM