Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

OPINI · 29 Des 2025 21:08 WIB ·

Menjaga Marwah Budaya Lewat Prosesi Pertunangan Anggi dan Nandang


					Oplus_0 Perbesar

Oplus_0

Opini [DESA MERDEKA] Di tengah gempuran modernisasi yang bergerak serba cepat, prosesi pertunangan Anggi dan Nandang hadir sebagai potret hidup pelestarian budaya. Acara ini bukan sekadar peristiwa personal atau seremoni formal, melainkan upaya nyata penulis untuk memperkuat kembali nilai-nilai sosial dan identitas bangsa di tengah masyarakat Bekasi.

Prosesi pinangan ini mencerminkan kearifan lokal yang menempatkan adab dan rasa hormat sebagai pilar utama. Tata krama serta etika Timur terjaga dengan penuh kesadaran, tampak jelas saat keluarga besar mempelai pria menyampaikan niat suci untuk meminang mempelai perempuan. Kehadiran keluarga besar serta tokoh masyarakat menegaskan bahwa pernikahan adalah pertemuan dua keluarga besar yang diikat oleh tanggung jawab kolektif dan ruh gotong royong.

Rangkaian doa bersama dan ramah tamah yang dilakukan menghadirkan pesan yang lebih dalam. Momen ini menjadi saat yang paling afdal untuk menekankan pentingnya niat baik, keharmonisan, serta kebersamaan sebagai fondasi rumah tangga. Harapannya, ini menjadi awal terbentuknya keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah, sekaligus menjadi pengingat agar generasi muda tidak tercerabut dari nilai luhur meski hidup di zaman yang dinamis.

Simbol kehangatan silaturahmi ditutup dengan sesi makan bersama. Di meja makan, interaksi digital yang kaku tergantikan oleh kedekatan nyata; sekat-sekat sosial mencair, ego dikesampingkan, dan kebersamaan kembali dirajut. Tradisi ini membuktikan bahwa memulai hidup baru seharusnya diawali dengan restu kolektif dan penghormatan terhadap adat istiadat.

Menjaga adat bukan berarti menolak kemajuan, melainkan memperkuat identitas di tengah arus globalisasi. Anggi dan Nandang menjadi bukti bahwa tradisi dan jiwa sosial masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat. Dari keluarga yang berakar pada budaya yang kuat, akan lahir generasi yang berkarakter dan beradab. Di tengah dunia yang semakin individualistis, nilai-nilai kebersamaan inilah yang sangat layak untuk terus dirawat dan diwariskan.

 

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 56 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Mbah Moedjair: Pahlawan Pangan yang “Seharusnya” Mengubah Sejarah Desa

8 Juni 2026 - 14:13 WIB

Jurnalisme Laporan ala Bhabin di Desa: Membunuh Karakter Polisi

8 Juni 2026 - 07:44 WIB

Gotong Royong Digital di Balik Lagu Mas Bahlil Ganteng

1 Juni 2026 - 20:35 WIB

Keadilan Kurban: Mengalirkan Berkah Hingga ke Pelosok Desa

29 Mei 2026 - 21:01 WIB

Kurban Negara: Antara Keadilan Sosial dan Ekonomi Desa

29 Mei 2026 - 15:32 WIB

Membongkar Jurnalisme Feodal dalam Narasi Pembangunan Desa

29 Mei 2026 - 14:08 WIB

Trending di OPINI