Bogor, Jawa Barat [DESA MERDEKA] – Melimpahnya panen durian di kebun-kebun warga Desa Cibitung Wetan, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, kini tidak lagi memicu kekhawatiran anjloknya harga pasar. Melalui tangan-tangan kreatif para pengrajin lokal, buah berduri ini disulap menjadi komoditas premium bernilai ekonomi tinggi. Langkah hilirisasi ini berhasil menggerakkan roda ekonomi desa secara mandiri dan berkelanjutan.
Pemerintah Desa Cibitung Wetan bersama Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) mengambil sudut pandang cerdas. Alih-alih hanya menjual buah segar, mereka meluncurkan lini produk inovatif seperti Wajik Durian Cakadut, Pancake Durian, hingga Dodol Tutu. Produk-produk ini diproduksi langsung oleh masyarakat yang tergabung dalam kawasan Agro Wisata Durian Cakadut.
Kepala Desa Cibitung Wetan, Kamaludin, menegaskan bahwa strategi ini bukan sekadar urusan dagang makanan, melainkan cetak biru pemberdayaan masyarakat dan penguatan sektor pariwisata. Saat diwawancarai di Stan Festival Durian di Alun-alun Leuwiliang, Sabtu (8/2/2025), ia menyatakan komitmennya untuk memastikan potensi lokal terman memanfaatkannya secara maksimal agar desa mereka makin dikenal sebagai sentra durian berkualitas.
Transformasi ini juga didesain untuk memberikan pengalaman baru bagi para pelancong. Ketua BUMDes Cibitung Wetan, Fany Sri Nurul Fahira, menjelaskan bahwa konsep agro wisata yang mereka usung mengizinkan wisatawan melihat langsung proses produksi dari buah mentah hingga menjadi camilan siap saji. Konsep eduwisata kuliner Bogor ini diharapkan mampu memperpanjang siklus kunjungan dan perputaran uang di dalam desa.
Bagi pencinta kuliner yang penasaran, produk dan paket wisata ini sudah dapat diakses langsung di lokasi atau melalui sistem pemesanan digital. Kolaborasi apik antara pemerintah desa dan BUMDes ini menjadi bukti nyata bahwa manajemen potensi alam yang rapi mampu mengubah hasil bumi mentah menjadi motor penggerak kesejahteraan warga.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.