Jakarta [DESA MERDEKA] – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, mengajak seluruh masyarakat desa di Indonesia untuk aktif membudayakan gerakan menanam. Seruan ini disampaikan dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan desa dan sekaligus beradaptasi dengan perubahan iklim yang terjadi. Pernyataan tersebut dilontarkan Yandri saat membuka kegiatan “Sharing Knowledge Desa Berketahanan Pangan dan Iklim” di Jakarta pada Selasa (10/6/2025) malam.
Menurut Yandri, kebiasaan menanam belum sepenuhnya menjadi budaya di masyarakat. “Gerakan menanam itu belum menjadi budaya kita. Nah, saya berharap melalui P3PD ini (Program Penguatan Pemerintahan dan Pembangunan Desa), sharing knowledge desa berketahanan pangan dan iklim, ini (gerakan menanam) menjadi gerakan kita semua,” tegas Yandri. Ia menekankan bahwa gerakan menanam tidak harus dilakukan di lahan yang luas. Masyarakat desa bisa memulainya dari perkarangan depan rumah, memanfaatkan setiap jengkal tanah yang tersedia untuk berkebun.
Dampak Perubahan Iklim dan Pentingnya Inovasi Pangan
Lebih lanjut, Yandri menjelaskan bahwa gerakan menanam tidak hanya bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan pangan warga, tetapi juga berperan penting dalam memperbaiki kondisi iklim. Penanaman pepohonan, misalnya, berkontribusi signifikan dalam mengurangi dampak pemanasan global. Yandri menyoroti kondisi iklim dunia yang kian memburuk dengan adanya penambahan panas bumi.
“Ada penambahan panas bumi, sekitar beberapa derajat, tahun 2030 mungkin sampai 3,5 derajat pemanasan bumi,” ungkap mantan Wakil Ketua MPR RI itu. Fenomena ini, jika terus berlanjut, berpotensi mengubah daerah beriklim sejuk menjadi panas. Bahkan, dikhawatirkan dapat menyebabkan pencairan es di Kutub Utara dan Kutub Selatan, yang akan menimbulkan masalah serius bagi umat manusia dan alam.
Oleh karena itu, Yandri menekankan perlunya inovasi berkelanjutan dari umat manusia untuk tetap mampu mewujudkan ketahanan pangan di tengah perubahan iklim yang dinamis. “Maka perlu inovasi, bagaimana kita menghadapi ketahanan pangan, di tengah-tengah iklim yang berubah, manusia lebih banyak, kemudian alam begitu-begitu saja, bahkan cenderung kualitasnya berkurang,” jelasnya.
Mendukung Cita-Cita Swasembada Pangan Nasional
Dalam kesempatan yang sama, Yandri juga menyampaikan bahwa perwujudan desa berketahanan pangan sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan kemandirian pangan atau swasembada pangan nasional. Ia berharap kegiatan berbagi pengetahuan ini dapat menjadi wadah untuk menularkan praktik baik dan inovasi dari desa-desa percontohan yang berhasil dalam mengembangkan pangan lokal dan beradaptasi dengan iklim, sehingga dapat ditiru dan diaplikasikan oleh desa-desa lain di seluruh Indonesia.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.