Menu

Mode Gelap
Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi Bukan Seremoni, Desa Kambuno Rayakan Hari Desa dengan Aksi

PEMERINTAHAN · 15 Jan 2025 15:18 WIB ·

Mendagri Ajak Kembangkan Desa, Cegah Urbanisasi Seperti Jepang dan Korea Selatan


					<em>Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian dalam peringatan Hari Desa Nasional Tahun 2025 di Lapangan Sepak Bola Cibeureum Kulon Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat (Jabar), Rabu, 15 Januari 2025. /Puspen Kemendagri</em> Perbesar

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian dalam peringatan Hari Desa Nasional Tahun 2025 di Lapangan Sepak Bola Cibeureum Kulon Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat (Jabar), Rabu, 15 Januari 2025. /Puspen Kemendagri

Sumedang [DESA MERDEKA] – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian, menggaungkan pentingnya pengembangan desa dalam upaya menekan laju urbanisasi. Hal ini disampaikannya saat menghadiri peringatan Hari Desa Nasional di Lapangan Sepak Bola Cibeureum Kulon, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (15/1/2025).

Tito mengingatkan kita pada kondisi Jepang dan Korea Selatan yang saat ini menghadapi masalah serius akibat urbanisasi yang masif. “Masyarakat di kedua negara itu, terutama generasi muda, banyak yang meninggalkan desa. Akibatnya, desa menjadi sepi dan potensinya kurang tergarap,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Tito menjelaskan bahwa urbanisasi yang berlebihan di negara-negara maju tersebut juga berdampak pada penurunan angka kelahiran. “Generasi muda lebih memilih berkarier di kota dan menunda pernikahan. Hal ini menyebabkan populasi mereka menua,” jelasnya.

Indonesia, lanjut Tito, masih memiliki peluang besar untuk mencegah terjadinya masalah serupa. “Kita masih memiliki bonus demografi, di mana jumlah penduduk usia produktif lebih banyak daripada penduduk usia tua. Ini adalah modal besar untuk membangun desa,” ujarnya.

Untuk itu, pemerintah terus berupaya memperkuat pembangunan desa. Tito menegaskan, pemerintah telah mengalokasikan anggaran khusus desa dan membentuk Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.

“Dengan berbagai upaya ini, kita berharap desa bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru dan mampu menarik kembali masyarakat yang merantau ke kota,” harapnya.

Tito juga mengajak seluruh pihak, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun masyarakat, untuk bahu-membahu membangun desa. “Mari kita bersama-sama menghidupkan desa dan menjadikan Indonesia lebih maju dan sejahtera,” ajaknya.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Kedaulatan Data Jadi Kunci Pembangunan Tepat Sasaran

6 Maret 2026 - 21:21 WIB

Sanksi Menanti Tiga Kades Malaka Akibat Dana Desa Macet

25 Februari 2026 - 13:49 WIB

Sumatera Barat Jadi Laboratorium Nasional Penanganan Bencana Terpadu

24 Februari 2026 - 09:42 WIB

Akses Keadilan Menembus Desa: Kolaborasi Hukum Terbesar di NTT

21 Februari 2026 - 20:08 WIB

Mahyeldi Tagih Dana Pusat Demi Pulihkan Sumbar Pascabencana

21 Februari 2026 - 04:36 WIB

Sinergi Danantara dan BUMN Percepat Pembangunan Infrastruktur Sumbar

20 Februari 2026 - 08:19 WIB

Trending di PEMERINTAHAN