Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

PEMERINTAHAN · 15 Jan 2025 15:18 WIB ·

Mendagri Ajak Kembangkan Desa, Cegah Urbanisasi Seperti Jepang dan Korea Selatan


					<em>Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian dalam peringatan Hari Desa Nasional Tahun 2025 di Lapangan Sepak Bola Cibeureum Kulon Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat (Jabar), Rabu, 15 Januari 2025. /Puspen Kemendagri</em> Perbesar

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian dalam peringatan Hari Desa Nasional Tahun 2025 di Lapangan Sepak Bola Cibeureum Kulon Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat (Jabar), Rabu, 15 Januari 2025. /Puspen Kemendagri

Sumedang [DESA MERDEKA] – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian, menggaungkan pentingnya pengembangan desa dalam upaya menekan laju urbanisasi. Hal ini disampaikannya saat menghadiri peringatan Hari Desa Nasional di Lapangan Sepak Bola Cibeureum Kulon, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (15/1/2025).

Tito mengingatkan kita pada kondisi Jepang dan Korea Selatan yang saat ini menghadapi masalah serius akibat urbanisasi yang masif. “Masyarakat di kedua negara itu, terutama generasi muda, banyak yang meninggalkan desa. Akibatnya, desa menjadi sepi dan potensinya kurang tergarap,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Tito menjelaskan bahwa urbanisasi yang berlebihan di negara-negara maju tersebut juga berdampak pada penurunan angka kelahiran. “Generasi muda lebih memilih berkarier di kota dan menunda pernikahan. Hal ini menyebabkan populasi mereka menua,” jelasnya.

Indonesia, lanjut Tito, masih memiliki peluang besar untuk mencegah terjadinya masalah serupa. “Kita masih memiliki bonus demografi, di mana jumlah penduduk usia produktif lebih banyak daripada penduduk usia tua. Ini adalah modal besar untuk membangun desa,” ujarnya.

Untuk itu, pemerintah terus berupaya memperkuat pembangunan desa. Tito menegaskan, pemerintah telah mengalokasikan anggaran khusus desa dan membentuk Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.

“Dengan berbagai upaya ini, kita berharap desa bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru dan mampu menarik kembali masyarakat yang merantau ke kota,” harapnya.

Tito juga mengajak seluruh pihak, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun masyarakat, untuk bahu-membahu membangun desa. “Mari kita bersama-sama menghidupkan desa dan menjadikan Indonesia lebih maju dan sejahtera,” ajaknya.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 32 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menakar Masa Depan Ekonomi Desa di Balik Sensus 2026

11 Juni 2026 - 14:46 WIB

Dana Desa Tahap I di Atambua Tembus 94 Persen

10 Juni 2026 - 15:33 WIB

Menteri LH Ditantang Tuntaskan Proyek PSEL Padang Raya

27 Mei 2026 - 08:15 WIB

Menbud Fadli Zon Dorong Pembangunan Museum Desa Masif

20 Mei 2026 - 17:38 WIB

Program TEKAD Sulap Potensi 1.110 Desa Demi Makan Gratis

19 Mei 2026 - 10:19 WIB

Target 59 Negara: Saatnya Produk Desa Sulsel Mendunia

15 Mei 2026 - 07:17 WIB

Trending di PEMERINTAHAN