Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

EKBIS · 18 Nov 2025 16:44 WIB ·

Mendag Lepas Ekspor 27 Ton Gambir Sumbar, Dorong Hilirisasi


					Mendag Lepas Ekspor 27 Ton Gambir Sumbar, Dorong Hilirisasi Perbesar

Indonesia Tak Boleh Lagi Jual Bahan Mentah, Gambir Harus Jadi ‘Ginseng’

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Menteri Perdagangan (Mendag) RI, Budi Santoso, secara simbolis melepas ekspor 27 ton gambir asal Sumatera Barat (Sumbar) yang dikirim oleh PT Salimbado Jaya Indonesia menuju India. Pelepasan ini menandai pentingnya komoditas gambir Sumbar di pasar global, meski Mendag menekankan agar Indonesia tidak lagi bergantung pada ekspor mentah dan satu pasar tunggal.

Pemberangkatan truk kontainer pengangkut gambir ini dilakukan dari halaman Istana Gubernur Sumbar, pada Selasa, 18 November 2025. Dalam sambutannya, Mendag Budi Santoso menekankan perlunya hilirisasi gambir secara mendesak. Menurutnya, ketergantungan pada ekspor gambir mentah, khususnya ke India, membuat nilai tambah komoditas ini menjadi tidak optimal.

“Gambir memiliki potensi besar jika diolah. Kita ingin ke depan gambir bisa seperti ginseng bagi Indonesia, yang memiliki nilai jual tinggi dan beragam,” ujar Mendag. Ia menegaskan bahwa hilirisasi harus segera dimulai, terutama di daerah sentra produksi seperti Sumatera Barat.

Sumbar Suplai 80% Kebutuhan Gambir Dunia
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan posisi strategis Sumbar sebagai sentra utama gambir dunia. Ia menyebutkan bahwa tingkat produksi gambir di Sumbar mencapai 25.818 ton pada tahun 2024.

“Alhamdulillah, Sumbar menyuplai sekitar 80 persen kebutuhan dunia,” kata Mahyeldi. Namun, ia mengakui tantangan utama adalah ketergantungan ekspor yang masih didominasi satu negara. Oleh karena itu, Pemprov Sumbar sangat mengharapkan dukungan penuh dari Kementerian Perdagangan untuk penguatan tata niaga dan perluasan pasar ekspor ke negara-negara lain.

Gubernur juga menyoroti masalah teknis terkait ekspor komoditas non-Crude Palm Oil (CPO) di Pelabuhan Teluk Bayur yang dinilai belum optimal. Komitmen Pemprov untuk memperkuat hilirisasi juga diwujudkan dengan mendorong pengembangan produk olahan gambir, seperti sabun dan kopi gambir, yang kini mulai diproduksi oleh industri lokal.

Tren Ekspor Nasional dan Dukungan UMKM
Mendag Budi Santoso juga memaparkan tren positif ekspor nasional yang terus tumbuh. Hingga September tahun berjalan, ekspor Indonesia telah mencapai 209 miliar dolar AS, naik 8,14 persen. Ekspor dari sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga menunjukkan pertumbuhan impresif sebesar 48,1 persen, meskipun kontribusinya masih 4,69 persen.

Untuk mendorong peningkatkan kontribusi UMKM ini, Kemendag terus mempercepat program UMKM Bisa Ekspor. Hingga Oktober tahun ini, program tersebut berhasil memfasilitasi 1.049 UMKM dengan total transaksi mencapai 130 juta dolar AS.

Sementara itu, Pimpinan PT Salimbado Jaya Indonesia, Sefti Tito, menjelaskan bahwa produksi gambir Sumbar berkisar antara 16.000 hingga 20.000 ton per tahun. Ia menggarisbawahi adanya persaingan dari katekin kulit mente dan tantangan pemurnian domestik yang mulai menekan pasar gambir mentah, sehingga inovasi produk turunan menjadi kebutuhan mendesak untuk menjaga daya saing.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 39 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Dialog Sawit: Cara Sumbar Hindari Gesekan Pajak Air Permukaan

11 April 2026 - 12:27 WIB

Pajak Air Sawit: Antara Keuntungan Perusahaan dan Hak Desa

11 April 2026 - 12:08 WIB

UMKM Sundawenang Naik Kelas: Strategi Digital di Balai Desa

11 April 2026 - 02:09 WIB

Jangan Tunggu Viral: Merek Adalah Perisai UMKM Desa

7 April 2026 - 20:16 WIB

Menenun Identitas Ranah Minang Melalui Proteksi Kekayaan Intelektual

6 April 2026 - 16:41 WIB

Pemuda Kepulungan Pilih Bebek: Solusi Cuan Luar Pabrik

6 April 2026 - 08:17 WIB

Trending di EKBIS