Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Anak-anak dari keluarga miskin ekstrem di Sumatera Barat kini punya pelarian resmi dari lingkaran setan kemiskinan. Lewat peluncuran serentak Program Sekolah Rakyat (SR) Sumbar, pemerintah langsung menguji coba konsep radikal: mengisolasi anak-anak berbakat dari jerat keterbatasan ekonomi lewat fasilitas pendidikan berasrama penuh secara gratis. Langkah ini menjadi angin segar bagi wilayah perdesaan yang selama ini kerap kehilangan potensi SDM terbaiknya hanya karena kendala biaya.
Kepala Dinas Sosial Sumbar, Syaifullah, menegaskan bahwa pemutusan rantai kemiskinan ini dilakukan lewat jalur pendidikan formal tingkat SMP dan SMA. Targetnya pun tidak main-main, yakni anak-anak yang datanya tercatat dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Tiga Titik Sterilisasi Kemiskinan
Uji coba massal ini langsung berjalan di tiga wilayah strategis sejak Senin (14/07/2025). Menggandeng institusi besar, pengelolaan asrama dan kelas dibagi berdasarkan jenjangnya:
- Kompleks UNP (Padang): Khusus tingkat SMA, menampung 50 siswa (21 laki-laki, 29 perempuan).
- Kompleks BBPPKS (Padang): Khusus tingkat SMP dengan daya tampung terbesar, yakni 150 siswa (74 laki-laki, 76 perempuan).
- Kompleks BLK Solok: Khusus tingkat SMP, menampung 50 siswa yang terbagi rata antara laki-laki dan perempuan.
Sudut pandang out-of-the-box dari program ini terletak pada sistem komitmen totalnya. Siswa tidak sekadar datang lalu pulang ke rumah yang kekurangan, melainkan menetap di asrama yang seluruh sarana dan prasarananya telah dijamin siap pakai.
Kesiapan operasional di lapangan pun diklaim berjalan matang. Sebanyak tiga kepala sekolah dan 29 guru resmi ditugaskan untuk mengawal kurikulum khusus yang telah dirancang. Kehadiran para petinggi daerah—mulai dari perwakilan Kemensos RI, Rektor UNP, Kepala BPS, hingga Bupati Solok—menjadi jaminan bahwa program Sekolah Rakyat Sumbar ini bukan sekadar seremoni musiman, melainkan fondasi baru untuk menaikkan kelas sosial masyarakat dari level terbawah.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.