Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

PENDIDIKAN · 15 Jul 2025 13:04 WIB ·

Memutus Kutukan Kemiskinan Desa Lewat Sekolah Rakyat Sumbar


					Memutus Kutukan Kemiskinan Desa Lewat Sekolah Rakyat Sumbar Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Anak-anak dari keluarga miskin ekstrem di Sumatera Barat kini punya pelarian resmi dari lingkaran setan kemiskinan. Lewat peluncuran serentak Program Sekolah Rakyat (SR) Sumbar, pemerintah langsung menguji coba konsep radikal: mengisolasi anak-anak berbakat dari jerat keterbatasan ekonomi lewat fasilitas pendidikan berasrama penuh secara gratis. Langkah ini menjadi angin segar bagi wilayah perdesaan yang selama ini kerap kehilangan potensi SDM terbaiknya hanya karena kendala biaya.

Kepala Dinas Sosial Sumbar, Syaifullah, menegaskan bahwa pemutusan rantai kemiskinan ini dilakukan lewat jalur pendidikan formal tingkat SMP dan SMA. Targetnya pun tidak main-main, yakni anak-anak yang datanya tercatat dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Tiga Titik Sterilisasi Kemiskinan
Uji coba massal ini langsung berjalan di tiga wilayah strategis sejak Senin (14/07/2025). Menggandeng institusi besar, pengelolaan asrama dan kelas dibagi berdasarkan jenjangnya:

  • Kompleks UNP (Padang): Khusus tingkat SMA, menampung 50 siswa (21 laki-laki, 29 perempuan).
  • Kompleks BBPPKS (Padang): Khusus tingkat SMP dengan daya tampung terbesar, yakni 150 siswa (74 laki-laki, 76 perempuan).
  • Kompleks BLK Solok: Khusus tingkat SMP, menampung 50 siswa yang terbagi rata antara laki-laki dan perempuan.

Sudut pandang out-of-the-box dari program ini terletak pada sistem komitmen totalnya. Siswa tidak sekadar datang lalu pulang ke rumah yang kekurangan, melainkan menetap di asrama yang seluruh sarana dan prasarananya telah dijamin siap pakai.

Kesiapan operasional di lapangan pun diklaim berjalan matang. Sebanyak tiga kepala sekolah dan 29 guru resmi ditugaskan untuk mengawal kurikulum khusus yang telah dirancang. Kehadiran para petinggi daerah—mulai dari perwakilan Kemensos RI, Rektor UNP, Kepala BPS, hingga Bupati Solok—menjadi jaminan bahwa program Sekolah Rakyat Sumbar ini bukan sekadar seremoni musiman, melainkan fondasi baru untuk menaikkan kelas sosial masyarakat dari level terbawah.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 43 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Digitalisasi Pendidikan Sumatera Barat: Kelas IT Mulai Diuji Coba

23 Mei 2026 - 11:03 WIB

Pesantren Pringsewu Kini Tangguh Hadapi Risiko Mitigasi Bencana

23 Mei 2026 - 09:01 WIB

Bekas Gudang Pakan Sapi Jadi Ruang Belajar Desa

22 Mei 2026 - 18:13 WIB

Benteng Pendem Ambarawa Jadi Laboratorium Mitigasi Bencana Digital

19 Mei 2026 - 21:24 WIB

Investasi Gizi Anak Jaar Demi Masa Depan Barito Timur

18 Mei 2026 - 19:38 WIB

Siasat Asrama Mahyeldi: Solusi Adil Pendidikan Anak Desa

17 Mei 2026 - 01:33 WIB

Trending di PENDIDIKAN