SINGOSARI – Transformasi Desa Langlang 2027 dimulai dari tata kelola keuangan yang akuntabel. Pemerintah Desa Langlang, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, membuktikan bahwa APBDesa bukan sekadar dokumen anggaran. Pemerintah desa menjadikan APBDesa sebagai fondasi untuk membangun pelayanan publik, memperkuat inovasi digital, menjaga lingkungan, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Tata Kelola Keuangan Menjadi Fondasi Transformasi
Komitmen tersebut terlihat dalam Roadshow Monitoring dan Evaluasi (Monev) Tim Klinik APBDesa Kecamatan Singosari terhadap pelaksanaan APBDesa Tahun Anggaran 2025–2026 sekaligus persiapan RKPDes 2027. Tim mengevaluasi dokumen perencanaan, administrasi keuangan, pelaksanaan kegiatan, dan pertanggungjawaban anggaran secara menyeluruh.
Hasil evaluasi menunjukkan tingkat kesesuaian tata kelola keuangan Desa Langlang mencapai sekitar 95 persen. Capaian tersebut memperlihatkan bahwa pemerintah desa mampu menjalankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan tertib administrasi secara konsisten.
Bapak Agus Widodo dari Tim Klinik APBDesa Kecamatan Singosari mengatakan bahwa hasil evaluasi tersebut layak menjadi contoh bagi desa lain.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan secara menyeluruh, tingkat pemenuhan administrasi dan kesesuaian pelaksanaan mencapai sekitar 95 persen. Ini menunjukkan tata kelola yang sangat baik.”
Sementara itu, Kepala Desa Langlang, Julianto, menegaskan bahwa pemerintah desa terus membangun budaya kerja yang akuntabel. Menurutnya, hasil pemeriksaan Inspektorat terhadap APBDesa Tahun 2025 yang tidak menemukan pengembalian keuangan menjadi bukti bahwa seluruh perangkat desa bekerja secara disiplin dan bertanggung jawab.
Inovasi Digital Percepat Pelayanan dan Cegah Stunting
Selain menjaga tata kelola keuangan, Pemerintah Desa Langlang mempercepat Transformasi Desa Langlang 2027 melalui berbagai inovasi. Pemerintah desa memperkuat layanan Desa Digital agar pelayanan administrasi semakin cepat, mudah, dan transparan. Selanjutnya, perangkat desa mengembangkan aplikasi SIGAP MELATI untuk memantau ibu hamil, balita, serta mendukung percepatan penurunan stunting berbasis data.

TPS3R dan UMKM Perkuat Pembangunan Berkelanjutan
Di sisi lain, pemerintah desa juga menyiapkan program Zero Sampah Menumpuk 2027. Pemerintah desa membangun sistem TPS3R terpadu agar masyarakat dapat memilah, mengolah, dan memanfaatkan sampah menjadi produk yang bernilai ekonomi. Karena itu, pengelolaan lingkungan tidak hanya menjaga kebersihan desa, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Tidak hanya itu, Desa Langlang terus mengembangkan potensi wisata dan UMKM sebagai penggerak ekonomi lokal. Pemerintah desa mengoptimalkan potensi wisata berbasis sumber mata air, memperkuat produk UMKM, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam penyusunan RKPDes 2027.
Pada akhirnya, Transformasi Desa Langlang 2027 membuktikan bahwa kemajuan desa tidak selalu ditentukan oleh besarnya anggaran, melainkan oleh kualitas tata kelola, keberanian berinovasi, dan kemauan untuk melayani masyarakat dengan lebih baik. Dari ruang administrasi yang tertib lahir pelayanan digital, gerakan zero sampah, percepatan penurunan stunting, serta penguatan ekonomi lokal. Desa Langlang menunjukkan bahwa masa depan desa Indonesia dapat dibangun dari integritas, kolaborasi, dan inovasi yang tumbuh dari kebutuhan masyarakat sendiri.

Mochamad Fajar Kurniawan adalah Founder Forum Handarbeni Singhasari (FONDASI), CEO Raja Kebab Singosari dan Raja Ayam Geprek Singosari, serta anggota Tim Pendamping Profesional (TPP) Kecamatan Singosari sejak 2017. Alumni SMAN 3 Malang (BHAWIKARSU) dan Universitas Brawijaya ini juga menjadi Pembina Paguyuban Batik Singosari dan Paguyuban Batik Lawang.
Berbekal pengalaman sebagai mantan Pemimpin Redaksi sebuah tabloid di Kota Malang, ia aktif menulis tentang tata kelola pemerintahan desa, pemberdayaan masyarakat, ekonomi lokal, UMKM, pelestarian budaya, dan pembangunan berbasis potensi desa. Melalui tulisan dan kegiatan pendampingan, ia berkomitmen mendorong lahirnya desa-desa yang mandiri, inovatif, dan berkelanjutan.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.